Selasa, 06 Juni 2023

FITUR |PROPERTI

Menciptakan Kafe Mungil di Rumah
By Kevin
#coffee corner
BERKUMPUL bersama keluarga, kerabat dekat, dan sahabat sambil mengobrol dan bersenda gurau adala hsalah satu hal yang bisa membaut anda melupakan stress. Banyak hal yang bisa membuat dilakukan, mulai dari berbagi pengalaman, kekesalan, hingga kebahagiaan. Suasana keabraban pun makin tercipta bial ada suguhan kue, camilan, dan kopi sebagai pelengkap.
Kafe dengan suasana yang nyaman plus alunan live music akan membuat  anda merasa betah berjam-jam mengobrol sambil melepas stress. Sayangnya, anda tak setiap waktu dapat menghabiskan waktu di kafe. Terlebih lagi, tak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk kesenangan yang satu ini. Bahkan, terkadang pada akhir bulan, kondisi kocek kurang bersahabat.
Meski demikian, anda tidak perlu berkecil hati karena ruang ngopi ala kafe yang nyaman bisa diciptakan di rumah. Dengan sedikit kreativitas. Anda bisa menciptakan atmosfer yang tak kalah nyaman bila dibandingkan dengan kafe. Berikut ini beberap hal yang bisa anda lakukan utnuk menyulap suasan rumah menjadi senyaman kafe.
. Meletakkan dua tau tiga dudukan yang empuk dan nyaman dalam ruang duduk. Denga nsofa yang nyaman, anda pasti merasa betah duduk, bahkan berjam-jam ambil berbagi cerita dengan keluarga.
. Sebagai pengganti live music, ada baiknya anda meletakkan seperangkat stereo set di salah satu sudut ruangan agar suasana bertambah nayaman. Bila perlu, anda bisa meletakkan seperangkat home theatre untuk aktivitas menonton bersama sejajar dan berdekatan dengan streo set.
. Walaupun bukan syarat mutlak, ruang ngopi setidaknya memiliki tempat untuk meletakkan coffee maker di sudut ruangan. Bila perlu, anda bisa meletakkan microwave untuk menghangatkan camilan atau kue-kue favorit.
. Sebagai penghangat suasana, anda bisa juga meletakkan lampu duduk di atas meja kecil di samping sofa atau standing lamp di salah satu sudut ruangan. Keberadaan lampu duduk ini juga bisa menjadi teman membaca yang menyenangkan.

Dengan empat langkah tersebut, suasana ruang ngopi yang senyaman kafe jgua bisa anda dapatkan di rumah. Anda bahka nbisa menikmatinya setiap hari bersama kerabat.

Jumat, 05 Mei 2023

BUKU

ARSITEKTUR YANG MEMBODOHKAN
By Kevin, disadur dari KOMPAS, MINGGU 12 JUNI 2011 oleh Andreas Yanuar Wibisono, mahasiswa jurusan Arsitektur Universitas Katholik Parahyangan.
#arsitektur yang membodohkan

ARSITEKTUR Berperan besar dalam membentuk budaya masyarakat penggunanya. Maka, kompetensi seorang arsitek akan menentukan lingkungan binaan yang dapat memintarkan atau membodohkan.
Buku yang dari judulnya memiliki kesan sinis ini mengupas persoalan tersebut dengan cara yang berbeda. Melalui ungkapan kalimat negative, Pursal, seorang pengajar pada Jurusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan, menantang pemikiran para arsitek, baik yang aktif sebaga ipraktisi maupun yang tenggelam dalam pusaran teoritis.
Ia ingin menyampaikan gagasannya tentang seluruh pengetahunan mendasar yagn seharusnya tertanam dalam pembelajaran arsitektur. Maka, selain berguna bagi para arsitek, buku ini sangat berguna bagi mahawiswa  dan awam untuk mengetahui peta besar pergumulan arsitektur.
Pursal menceritakan arsitektur dengan berpijak pada kebutuhan dan keinginan manusia. Jika pada awalnya arsitektur lahir dari manusia, ia pun harus menyesuaikan diri dengan dinamika manusia, bukan sebaliknya. Namun, berbagai karya arsitektur yang tercipta di Indonesia saat ini seolah hanya mengikuti gaya dibandingkan dengan berangkat dari inti pemikiran.
Melalui pengamatannya akan perkembangan arsitektur Indoensia itu, Pursal menyelipkan berbagai macam pandangannya. Ia membahasnya tuntas bagaimana  berarsitektur dari tahap perancangan sampai penilaian, seperti pentingnya sebua hprinsip tatanan dalam perancangan, bagaimana hubungan fungsi-bentuk-makna dala marsitektur, peran riset dalam perancangan, peran alam dan budaya, sampai akhirnya peran karya arsitektur itu sendiri dalam perkembangan kesadaran masyarakat pada zamannya.
Perancangan arsitektur harus memiliki hubungan fungsi-bentuk-makna yang harmonis. Maka, sebuah karya tidak dapat hanya mengedepankan estetika bentuk, lalu mengenyampingkan segi fungsi atau maknanya. Hubungan tiga unsur ini telah dinyatakan oleh David Smith Capon dalam bukunya, The Architectural Theory: The Vitruvian Fallacy (1999). Berpegang pada pengamatannya, Pursal menambahkan, hubungan ini menjadi fungsi-konteks; bentuk-struktur; pesan-makna. Maksudnya adalah sebuah fungsi harus distrukturkan agar ia mendapatkan bentuknya, bentuk dengan sendirinya akan emanmpilkan pesan sehingga ia memiliki makna bagi orang yang melihatnya dan makna itu harus dikotekskan kembali pada fungsi agar makna yang ada sesuai. Begitulah hubungan segitiga fungsi-bentuk-makna dalam perancangan arsitektur, yang tidak dapat berjalan linear, tetapi spiral.
Hubungan tersebut mencerminkan pandangan Pursal yang selalu berpegan pada prinsip keseimbangan. Arsitektur sebagai sebuah teks tidak dapat mendominasi penggunanya, sebaliknya ia juga tidak boleh seenaknya saja walau tanpa ada intense  ingin mendominasi manusia. Kubu ekstrem antara karya arsitektur yang mendominasi  dan seenaknya saja inilah yang harus dihindari oleh perancang.
Maka, arsitektur dapat memintarkan lingkungan manusia juga sekaligus dapat membodohkan. Disebut memintarkan apabila ia sebagai teks sesuai dengan-apa yang dikatakan Heidegger dalam building, dwelling, thingking-apa pun yang telah ada di tempat itu sebelumnya (konteks). Disebut memobodohkan apabila arsitektur ingin mendominasi atau jsutru seenaknya sendiri sehingga manusia yang menggunakannya secara tidak sadar hilang identitasnya.
Kerancuan Berpikir
Pursal melakukan eksperimen cara penyampaian dalam bukunya ini. Usaha tersebut dilakukan agar sebuah kritik atau teori dapat mudah dinikmati sebelum akhirnya dipahami.
Teknik bertanay dengan kalimat negative adalah salah satu caranya untuk mengusik kesadaran para pembaca. Pertanyaan ini selalu ia munculkan dalam setiap judul babnya yang berjumlah Sembilan bagian. Misalnya saja judul bab ketujuh, yaitu “Bagaimana Meniadakan Makna Budaya dalam Perancangan  Arsitektur?” Judul bab ini seola hakan memberikan cara-cara praktis dalam meniadakan unsur budaya, tetapi sebenarnya Pursal justru ingin menyatakan akibat tidak adanya unsur makna budaya melalui penjelajahan mendalam peran makna budaya.
Pada awal penjelasan Pursal memberika cerita sederhana tentang topic, selanjutnya ia membawa contoh tersebut pada bidang arsitektur. Untuk menghantarkan pembaca pada pandangannya, ia memberikan contoh pemikiran lain sebelum ia menyatakan pemikarannya. Ia tidak pernah menutup pemikirannya dengan pernyatan tegas, ia jsutru sealu melemparkan pertanyaan yng lugas. Pertanyaan inilah yang akhirnya mengembalikan sebuah perkara pada perenungan pembaca masing-masing.
Kalimat bercerita Pursal dalam Arsitektur yang membodohkan cukup sulit untuk dipahami karena pola tersebut. Mungking pembaca dapat menangkap pengertian sekilas, tetapi apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Pursal selalu  “terselip” dalam kalimat-kalimatnya.
Untuk mengatasi hal itu, Pursal menyertakan ilustrasi yang lucu dan mudah dipahami. Mirip karakter Manga. Hampir seperempat buku ini akhirnya diisi oleh ilustrasi tersebut. Sebau hprinsip keseimbangan yang ia terapkan juga dalam penyajian. Pusaran teoritis yang pejal disandingkan dengna ilustrasi yang sangat mudah dinikmati.
Peta besar Arsitektur
Membaca buku ini dari awal sampai akhir dapat membuat pembaca mengerti peta besar perancangan arsitektur. Namun, pembaca tidak dapat mendalami setiap permasalahan secara mendetail karena Pursal hanya memberikan rujukan setiap permasalahan pada pemikiran, buku, atau karya orang lain yang sudah ada. Pembaca digiring dengan cepat memahami permasalahn untuk masuk ke dalam pemikiran Pursa itu sendiri.
Rujukan yang diberikan dalam setiap gagasannya tidak hanay berangkat dari bidang arsitektur. Beberapa pemikiran bidang ilmu filsafat, budaya, antropologi, dan ilmu lainnya ia sertakan. Inilah yang membuat pemikiran Pursal dalam arsitektur tidak terpisah dari keseluruhan peri kehidupan manusia.
Namun, sayangnya, walaupun berangkat dan diperuntukan secara khusus bagi dunia arsitektur Indonesia, Pursal tidak memberikan seluruh contoh nyata  bangunan-bangunan yang dimaksud. Ia hanay menceritakan hal-hal yang prinsipil pada setiap kasus. Dalam hal ini pembaca dianggap sudah memiliki referensi tersendiri tentan setiap bangunan yang dimaksud.
Dalam bukunya ini terasa bahwa Pursal ingin memprovokasi para arsitek lain untuk tidak latah terhadap gaya yang muncul di Barat dan untuk mulai memunculkan kemudian menulliskan pemikirannya sendiri.

Selasa, 04 April 2023

PROPERTI | Rumah

Menciptakan Ruang Tamu Mungil yang Elok
By Kevin
#living room
RUANGAN yang terlalu sempit kerap dikeluhkan para pemilik rumah tipe mungil. Merenovasi ruangan memang menajdi salah satu alternative, tetapi tentu butuh biaya yang tak ekcil. Lalu bagaimana solusinya?
Hiasan dinding. Ini dapat menjadi solusi yang murah meriah. Ya, ternyata, hiasan dinding tidak hanya berfungsi sebagai hiasan semata. Jika anda kreatif, hiasan dinding dapat membantu menutupi kekurangan pada sebuah ruangan.
Salah satu contoh multifungsi hiasan dinding dapat kita gunakan untuk membuat ruangan yang sempit menjadi tampak lebar dan panjang. Caranya dengan memasang hiasan yang berupa lukisan garis horizontal. Lukisan-lukisan tersebut akan membuat ilusi pada ruangan yang sempit, shingga terlihat leibh panjang dan lebar.
Selain itu, pasanglah cermin yang cukup besar di ruangan yang sempit tersebut. Pantulan bayangan dari cermin dapat memberi ilusi seolah-olah masi hterdapat ruangan lain di balik cermin.
Pada dinding di sebelahnya, berikan warna yang lebih gelap dibandingkan dengan baigan dinding lain. Tambahkan hiasan dinding dengan gambar warna-warni yang cerah. Pantulan gambar tersebut akan dapat memberi kesan ruangan terasa lebih lebar.
Jika anda memiliki masalah dengan ruangan yang berlangit-langit rendah, hiasan dinding juga dapat menjadi solusinya. Hiasan dinding dengan pigura yang berbentuk persegi panjagn dengan gambar yagn menonjolkan garis vertikal dapat membuat rumah yang memiliki langit-langit rendah terlihat lebih tinggi.
Anda juga dapat menggunakan hiasan lukisan pemandangna taman dengan teknik tiga dimensi untuk menyiasati ruanga yang tidak memiliki jendela terlalu banyak.
Selain lukisan taman, anda juga dapat memilih pemandangan pantai dan pegunungan. Melalui hiasan lukisan pemandangan tersebut, maka anda akan merasa seolah-olah melihat langsung sebuah taman, pantai, gunung ,atau objek lain yang ada di luar rumah.
Bagaimanakah jika anda memiliki ruangan yang tidak memiliki banyak perabotan? Antisipasilah ruangan tersebut dengan memasang  beberapa hiasan pigura kecil dengan gambar berurutan yang rapi. Hasilnya, ruanga nyang kosong tersebut akan terlihat lebih berisi, indah, dan menarik. Selamat menghias dinding.
v  Jika ingin mengetahui lebih untuk menciptakan space atau ruangan yang sesuai dengan konsep interior anda, silahkan hubungi atau mengakses website kami di Kichensetspecialist.com

Jumat, 03 Maret 2023

FlTUR KLASIKA|Interior

Ruang Bersahabat bagi si Kecil
By Kevin
INTERNATIONAL  Associatiion for child Safety mengatakan, kebanyakan rumah tidak didesain, dirancang, dan dilengkapi furniture yang aman bagi anak . sayangnya , hal ini kerap tak diketahui oleh setiap orangtua hingga terjadi hal yang tidak diinginkan.
Karena terlalu bersemangat saat menata rumah, kerap kali kita hanay mementingkan sisi keindahan dan apa yang telihat menarik di mata. Lupa, jika si kecil pun akan turut menggunaka nruangan tersebut. Akibatnya, ruangan boleh saja nyaman dan terlihat cantik, tetapi taka man bagi si kecil.
Sudut-sudut yang tajam pada furniture, misalnya, sangat mungkin mencelakakan si kecil, terutama yang masih senang berlarian ke sana ke mari. Untuk menyiasatinya, sebaiknya pilih furniture yang tak memiliki sudut tajam. Kalaupun terlanjur, saat ini ada penutuup sudut yang terbuat dari plastic yang bisa dengan mudah ditempelkan di bagian sudut-sudut furniture.
Demikian pula apabila pada pembagian antarruang terdapat tangga. Sebaiknya bagian tepi tangga dilapisi pasltik yang sifatnya lebih empuk agar tidak mencelakakan anak jika terjatuh dan terbentur.
Sementara itu, ciri khas rumah yang memiliki anak balita adalah mainan yang biasanya tersebar di berbagai sudut. Jika tidak waspada, mainan ini pun dapat mencelakakan diri apabila terinjak. Sebaiknya, gunakan satu boks khusus sebagai wada hmenyimpan mainan, sehingga memudahkan anda untuk kembali  merapikan mainan, sekaligus membaut ruangan tetap terlihat bersih.
Letakkan wadah tersebut did slash satu sudut ruangan, yang tetap mudah dijangkau oleh anak. Cara ini juga bisa menjadi salah satu sarana untuk melatih tanggung jawab anak, agar selalu kembali merapikan mainannya setiap kali selesai bermain. Tak ada salahnya menggunakan boks dengan desain unik, agar bisa menjadi bagian dari elemen desain dalam ruangan.
Akan lebih baik apabila ruangan yang biasa dijadikan tempat bermain anak itu dilengkapi karepet yang terbuat dari karet, sehingga si kecil nyaman saat bermain. Lagi pula, karpet dair Karen ini juga lebih aman bagi anak saat terjatuh dan tak mudah tergelincir.
Menghadirkan sebua hsofa di dalam ruangan tersebut jgua bisa menjadi pilihan, terutama yang tidak terlalu tinggi. Jadi, apabila anak tertidur saat tengah bermain atau sekadar tidur siang. Anda bisa tetap merasa nyaman jika harus meninggalnya sementara.
Jangan lupa, tutup seluruh stop kontak yang terbuka dan jauhkan dari jangkauan anak. Anda tak pernah tahu sebesar apa rasa ingin tahu mereka, bukan?

Kamis, 02 Februari 2023

ORNAMEN|Furnitur



Gampang-gampang Susah Pilih Furnitur
By Kevin
#coctail table
HATI kita dikondisikan mudah luluh pada masa konsumerisme ini. Sebab begitu banyak tawaran memikat yang dikatakan dapat membantu hidup sepanjang waktu. Mulai dari makanan, keuangan, perkakas rumah tangga, hingga property.
Bahkan, dalam perkara yangtampak sepele, seperti memilih perabotan rumah, kita sering tak berpikir panjang. Akibatnya, furniture yang terlihat apik di toko menjadi sia-sia di dalam rumah kita karena ruangan tidak cukup, warna yang kontras, atau desain yang 180áµ’nggak nyambung” dengan rumah kita.
Karena itu, sebaiknya bukan sekadar suka atau tidak dalam memilih furniture, tetapi pertimbangkan juga kebiasaan kita sehari-hari, dimensi rumah, dan anggaran.
 Kebiasaan setiap anggota keluarga di rumah penting diperhatikan. Salah atu contoh kebiasaan, antara lain saat tamu bertandang, apakah kita biasa menerimanya di ruang tamu atau pun ruang keluarga? Bila jawabannya adala hruang tamu, kita cukup emgnisi ruangan ini dengna dua kursi duduk, sebuah meja, dan credenza.
Sebuah furniture yang ada di toko kadang mengecoh soal ukuran. Dalam showroom yang luas, kita sering mengira furniture yang ada di sana akan sesuai dengan luas ruang di rumah kita. Padahal, sesampai di rumah, ukurannya jadi kebesaran. Karena itu, ukur dulu luas ruang yang tersedia di rumah dan furniture yang aka ndibeli.
Harga juga harus dipikirkan. Material dan finishing suatu furniture aka nmemengaruahi mahal murahnya. Kita sebenarnya bsia datang ke tukang kayu dan memesan furniture seprti yagn kita lihat di toko. Agar lebih ramah lingkungan, kita bisas pula mengkreasi ulang furniture lama. Pengeluaran pun lebih irit.
Membeli furniture dari satu toko saja sering membawa keuntungan bagitata ruang rumah kita. Alasannya, sejumlah toko merancang dan mebaut sendiri peroduknya sehingga unik dan berbeda dengan yang lain.
Terakhir, usahakan setiap furniture di dalam rumah kita memiliki benang merah. Misalnya, kesamaan dalam aksen warna, bahan furniture, atau dari ukurannya. Sehingga suasana rumah terasa serasi dan pas.