Rabu, 07 Juli 2021

TIPS PROPERTI | Carport

TEMPAT Berlindung Selain Garasi
By Kevin
#carport
APAKAH  anda tinggal di perumahan dengan jalan yang sempit? Apakah rasa kesal sering kali muncul ketika akses jalan semakin terbatas akibat mobil tetangga yang diparkir di pinggir jalan? Bahkan, anda sendiri yang menjadi penyebab kekesalan orang lain, memarkir mobil kesayangan di depan rumah karena belum memiliki garasi?
Persoalan menyediakan garasi atau membeli mobil lebih dulu kerap menjadi hal dilematis bagi sebagian masyarakat kelas menengah. Keinginan untuk segera memiliki kendaraan pribadi pun mampu mengabaikan perhitugan lainnya. Sebagian orang justru membiarkan mobil berada di depan rumah dan mempersempit akses masuk perumahan. Tak menutup kemungkinan, bodi dan mesin mobil rusak akibat hujan dan panas yang terpapar langsung.
Namun, sebagian orang memilih untuk menyediakan garasi lebih dahulu agar mobil langsung mendapat perlindungan ketika datang. Apabila lahan bangunan rumah dan akses finasial anda terbatas untuk menghadirkan garasi, carport bisa menjadi pilihan. Ruang terbuka yang berfungsi sebagai tempat kendaraan ini memiliki atap dan tidak semua bagian ditutup dinding.
Tak seperti garasi yang didesain tertutup, anda tak perlu khaswatir jika ingin memanaskan mesin mobil saat sedang berada di carport. Kendaraan pun akan leluasa keluar masuk karena pintu carport tak perlu dibuka dan ditutup. Bahkan, carport juga dapat dimanfaatkan sebagai temapt untuk mencuci mobil. Akses udara segar dan sinar matahari yang cukup tentu akan menunjang “kesehatan” dan performa kendaraan.
LANTAI Keputusan untuk memilih carport juga perlu memikirkan beberapa hal, termasuk dalam memilih jenis dan bahan material lantai yang sesuai. Tak sekedar sebagai pelapis, lantai sebaiknya berstruktur kuat karena berfungsi juga sebagai tumpuan kendaraan. Terlebih lagi, dengan carport yang umumnya didesain dengan kemiringan tertentu.
Ketika telah memahami fungsi dari lantai, jelas sudah bahwa bahan yang diperlukan adalah material berbahan kokoh. Pilihlah pula material yang mudah dibersihkan karena oli atau kotoran yang menempel pada ban tentu akan ikut mengotori lantai. Oleh karena itu, lantai keramik dengan permukaan kasar dan sedang bisa menjadi alternative.
Tanpa menanggalkan estetika, anda juga bisa menggunakan keramik yang berwarna cerah. Bahkan, tak ada salahnya jika anda ingin menciptakan warna lantai yang setema dengan bangunan. Dengan adanya paduan warna yang menarik, tampilan eksterior hunian akan terlihat selaras dan menarik.
Bosan dengan keramik? Bahan material lainnya yang bisa menjadi pilihan adalah batu alam yang mampu memberikan kesan ekslusif dan mahal. Ada pula material pilihan lainnya seperti conblock, grass block, atau beton sikat. Namun, pastikanlah permukaan material yang dipilih berbahan kasar agar ban kendaraan tak mudah tergelincir. Dengan demikian, mobil kesayangan pun tetap bisa berlindung dengan nyaman meski tanpa garasi.

Minggu, 06 Juni 2021

FITUR KLASIKA|Peralatan Rumah Tangga

Cermat Menggunakan “Microwave”
By Kevin
#kitchen with microwave cabinet
KEHIDUPAN Kian modern. Lihat saja begitu banyak perkembangan dan inovasi teknologi, yang merambah ke berbagai aspek kehidupan. Yang pasti tujuan dari teknologi itu adalah mempermudah hidup manusia. Hidup semkain mudah, nyaman, dan praktis.
Salah satu teknologi yang mendukung kegiatan sehari-hari adalah oven microwave. Perangkat ini hadir sebagai bagian dari peralatan dapur yang berguna untuk memasak dan memanaskan radiasi gelombang mikro. Pertama kali perangkat ini dikenalkan pada public di tahun 1967 oleh Amana Corporation, sebuah perusahaan yang memperoduksi peralatan rumah tangga dari AS. Akan tetapi, tentu saja fungsi microwave pada masa itu masih sangat terbatas, bahka nbelum bisa dipakai untuk memanggang. Seiring bergulirnya waktu, berbagai inovasi terus dilakukan sehingga microwave pun menjelma sebagai produk massal yang mudah ditemui di setiap rumah tangga. Selain itu, juga anda ingin mendapatkan hasil masakan yang optimal, sebaiknya cermati dulu penggunaan microwave dengan benar. Cobalah untuk selalu mengecek kekuatan panasnya, sebelum memulai mengolah makanan dengan perangkat ini. Kemudian gunakan wadah makanan yang cocok diaplikasikan ke dalam microwave dalam hal ini adalah plastic yang bertanda aman dalam microwave maupun pyrex. Selanjutnya, hindari kemungkinan tesengat listrik. Caranya adalah jauhkan microwave dari kabel-kabel listrik atau sakelar yang kondisinya sudah terbuka dan tidak aman. Sebaiknya matikan perangkat dan cabut dari sakelar setiap kali selesai menggunakan. Sementara itu, jauhkan pula alat-alat masak yang dapat menghantarkan arus listgrik seperti lap basah. Lalu untuk menjaga kualitas makanan dengan baik, pakailah bahan masakan yagn segar. Pastikan pula bahwa sebelum dimasak, sudah benar-benar  bersih dan dicuci.
Saat menggunakan microwave, sebaiknya tidak terlalu lama, sesuaikan dengan jenis makanan yang dimasak. Misalnya, anda hendak memanaskan atau memasak sayuran, sebaiknya cukup 10-15 menit, agar kandungan nutrisinya tidak hilang. Bila sekadar menghangatkan makanan ringan ,sebaiknya cukup 1-2 menit saja. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemborosan lsitrik.
Cikal bakal konsep microwave dilahirkan dari penemuan Dr Percy Spencer di tahun 1946. Percy kala itu bekerja sebagai insinyur di Raytheon Corporation. Tanpa sengaja  di saat dia menguji coba vacuum tube bernama magnetron, daid menemukan bahwa permen di kantongnya meleleh. Percy pun mencoba lagi dengan beberaap sampel, seperti popcorn dan telur. Dari eksperimen Percy inilah ditemukan tenaga eletromagnetik yang akan berguna pada revolusioner perelengkapan rumah tangga yaitu microwave.
DILARANG MEMANASI CAIRAN di DALAM OVEN dengan gelombang mikro atau yang dikenal dengan microwave menjadi perkakas rumah tangga wajib masa kini. Dengan microwave, memasak menjadi lebih praktis. Banyak digambarkan, microwave dapat mematangkan suatu adonan masakan dengan cepat, merata, dan hemat waktu. Perkakas ini tentu digandrungi para ibu yang senang berkegiatan di dapur atau yang tidak memiliki pembantu rumah tangga. Alat ini bukan hanya piawai untuk memasak, tetapi bisa juga digunakan untuk mensterilkan peralatan makan/minum bayi. Kelebihan lainnya, yakni tak banyak membuang gizi yang terkandung dalam bahan makanan dan tak menaikkan suhu ruangan. Namun, mengoperasikan microwave tak boleh sembarangan dan sebaiknya membaca buku petunjuknya terlebih dahulu.
Saat memanggang makanan di dalam alat ini, hindari menggunakan wadah dari logam. Alasannya, logam dapat memantulkan gelombang micro yang bisa memantik percikan api. Wadah yang disarankan adalah yang terbuat dari kaca, kayu, tembikar, atau melamin. Bila memanaskan cairan di dalam microwave, tidak selalu muncul gelembung udara bila cairan itu mencapai titik didih. Kalau tidak diawasi, cairan tersebut dapat mencapai keadaan super panas dan sama sekali tidak mengeluarkan gelembung udara. Cairan yang mengalami superpanasa akan muncrat saat dipindahkan atau ketika da benda lain dimasukkan, sendok misalnya. Agar hal itu tak terjadi, hindari memanaskan cairan apa pun dengan microwave lebih dari dua menit. Kalau terpaksa harus menggunakan microwave, diamkan cairan tersebut sekitar 30 detik sebelum dipindahkan atau ditambah benda lain.
Agar umur microwave panjang, bersihkan alat ini saban hari. Caranya, masukkan kain basah ke dalam microwave. Lalu hidupkan microwave dengan kekuatan maksimum selama 30-40 detik. Uap yang dilepaskan kain itu akan melepaskan kotoran yagn menempel di dinding microwave. Setelah itu usap dengan kain yang kering.
Bila microwave mengeluarkan bau tak sedap, bersihkan dengan batang serai, serbuk vanili, dan air jeruk nipis. Caranya, kedua bahan tadi dimasukkan ke dalam mangkuk lalu letakkan dalam microwave dan hidupkan dengan kekuatan penuh selama 30-60 detik. Diamkan sampai air tak terlalu panas.

Rabu, 05 Mei 2021

FITUR KLASIKA|PROPERTI

Penentu Kenyamanan
By Kevin
#cahya interior
TAKARAN Kenyamanan bisa saja berbeda-beda bagi setiap orang, tetapi tak banyak yang memungkiri bahwa hal-hal berikut ini memengaruhi kenyamanan saat berada di ruang keluarga. Misalnya, ada yang merasa nyaman dengan warna yang lembut, ada pula yangmenginginkan warna terang agar terasa lebih hidup. Apa pun konsep kenyamanan yang diinginkan, hal-hal berikut ini patut diperhatikan untuk mewujudkannya.
WARNA Tak dapat dimungkiri, warna memiliki kekuatan “magis” untuk memberikan kesan dan memengaruhi atmosfer ruangan. Warna-warna lembut dan elegan dapat menjadi pilihan klasik bagi ruang keluarga anda. Jika tata pencahayaan ruangan sangat minim, terapkan banyak warna madu dan cokelat untuk menambah kesan hangat. sementara itu, warna abu-abu aka nmemberikan kesan dingin. Warna-warna pastel yang tidak mencolok pun dapat memberikan efek sejuk dan ruangan terkesan lapang.
TEKSTUR Tatanan warna yang terbatas tidak akan menyebabkan anda hilang akal untuk menciptakan kenyamanan. Terapkanlah banyak tekstur untuk menghadirkan kesan hangat, kontras, dan tidak monoton. Misalnya, dengan menempatkan karpet, bantal atau kain pelepis sofa. Gunakanlah kain-kain berwarna yang tidak mencolok dengan pola dan bahan yang khas seperti terbuat dari rajutan, kain tenun atau beludru.
PERABOTAN Kenyamanan tentu perlu ditunjang oleh ketenangan pikiran, tak terkecuali saat harus merawat kebersihan ruangan. Alhasil, aspek kepraktisan dan fungsional dalam memilih perabotan menjadi hal yang aptut dipertimbangkan tanpa menanggalkan estetika. Jika anda memiliki aktivitas yang padat dan sulit meluangkan waktu untuk merapikan rumah, hindari pemilihan sofa berwarna krem karena mudah terlihat kotor. Gunakanlah kain pelapis yang kuat, mudah dicuci, dan dapat menyamarkan noda, misalnya kain denim dan linen tebal.
LANTAI Sebagai bagian dari ruangan, lantai juga menjadi penentu kenyamanan yang berintegrasi dengan elemen lainnya. Lantai kayu alami cenderung memberikan kesan lapang dan etnik pada ruangan. Namun, kondisi lantai seperti ini belum memberikan kenyamanan seutuhnya bagi si kecil. Agar anak-anak dapat bermain tanpa khawatir terbentur lantai yang keras, tambahkan karpet lembut sebagai pelapis lantai di ruang keluarga.

Minggu, 04 April 2021

PROPERTI | Lantai

Agar tak salah gaya
By Kevin
#interior lighting design
SAMA  Halnya dengan tubuh manusia, sebua hhunian juga patut mendapat perhatian lebih agar penempilannya terlihat menarik dan nyaman bagi penghuninya. Tak perlu bersikeras untuk berpikir, pilihlah salah satu tema yang sesuai dengna karakteristik dan selera anda sebagai penghuni. Apabila ada penghuni lain, jangan ragu untuk mendiskusikannya lebih dulu bersama mereka agar rumah menjadi tempat yang betah untuk dihuni.
Agar penampilan optimal, tentu anda akan mempertimbangkan cat ruangan, tata letak, dan furniture yang sesuai dengan tema yang ingin diwujudkan. Namun, jangan samapi terjadi insiden kecil yang justru merusak konsep idaman, misalnya saja ketidaksesuaian lantai dengan tema. Oleh karena itu, perhatikanlah hal berikut ini agar lantai tak lagi salah gaya.
KLASIK terinspirasi dari periode-periode kerajaan Yunani dan Eropa, cara andalan ketika ingin mewujudkan dekorasi gaya klasik adalah menata ruang-ruang menjdi formal, simetris, dan elegan. Sementara untuk lantai, biasanya bertampilan kotak-kotak warna hitam dan putih dalam bentuk tegel, marmer, dan teraso. Danda dapat memasangnya pada kamar mandi, dapur, dan ruang makan. Lengkapilah pula dengna karpet yang berkualitas tinggi dan memiliki warna yang mendukung keseluruhan tata dekorasi.
ROMANTIK Kesan yang ingin ditampilkan hunian bergaya romantic adalah interior yang cocok untuk menyepi dan bersantai. Agar tampilan semakin terlihat, gunakanlah perpaduan permukaan berkesan lawas untuk lantai. Anda dapat memanfaatkan papan tua dan mengecatnya dengan corak pastel lembut serta finishing yang tak sempurna agar kian menguatkan karakternya. Selain itu, kehadiran permadani menjadi unsur penting dalam memberi unsur kehangatan bagi hunian bergaya romantic.
KONTEMPORER Yang perlu dibutuhkan ketika ingin menerapkan konsep kontemporer adaalh efek keruangan tanpa sekat. Jika terdapat dua lantai kontras yang bertemu, keduanya dapat berpadu secara harmonis. Apabila tertarik ingin menggunakan lantai yang keras, pilihlah bahan material yang terbuat dari keramik, porselen, atau granit. Untuk lantai lunak, karpet berbulu, permadani, pelapis berbahan kulit, atau lantai kayu, bisa menjadi alternative. Apa pun pilihan anda, sesuaikanlah dengan kebutuhan dan cara merawatnya.

Rabu, 03 Maret 2021

PROPERTI | Rumah

Rumah Rumput Ramah Lingkungan
By Kevin
PRING  iku mung suket, nagging gunane akeh banget…” (Bambu itu hanya rumput, tetapi banyak sekali kegunaannya). Kata-kata itu tersurat dalam puisi Sindhunata yang berjudul “Ngelmu Pring”.
Bambu yang termasuk keluarga rumput Poaceae ini memang dapat disulap menjadi  beragam benda demi peningkatan kualitas hidup manusia, termasuk salah satu kebutuhan pokok manusia, papan atau rumah. Masyarakat Indonesia sudah sejak berabad lampau menggunakan bambu sebagai material utama bangunan rumah. Sampai sekarang, rumah-rumah di pedesaan Jawa dan Sunda masih banyak yang memanfaatkan bambu sebagai dinding, kasau, atau saka guru rumah mereka.
Arsitektur modernpun merespons bambu dengan positif. Simon Velez, arsitek tersohor dari Kolombia, menganjurkan penggunaan bambu sebagai bahan utama bangunan. Kreasinya yang paling terkenal, Nomadic Museum, yang material penyusunnya hampir semuanya adalah bambu, memukau seluruh dunia dan melanglang buana dari New York ke California, Tokyo, dan Meksiko. Simon menunjukkan kepada dunia kekuatan dan keindahan bambu dalam karya-karyanya.
Bambu dapat dijadikan salah satu pilihan untuk membuat konstruksi bangunan seperti rumah atau kantor. Struktur bambu terbukti memiliki banyak keunggulan. Seratnya yang liat dan elastic amat baik dalam menahan beban, baik beban tekan/tarik, geser, maupun tekuk. Jenis bambu tertentu bahkan dapat menggantikan baja sebagai tulangan beton. Bambu juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan kayu karena lebih mudah dan cepat diperbaharui.
Jenis bambu yang paling sering digunakan sebagai material konstruksi adalah bambu petung/betung dan bambu apus/tali. Bambu petung memiliki dinding yang tebal dan kokoh. Diameternya dapat mencapai lebih dari 20 cm. bambu petung banyak dipakai sebagai tiang atau penyangga bangunan dan dibelah untuk keperluan dijadikan usuk. Bambu apus yang berdiameter 4 hingga 10 cm sering dimanfaatkan sebagai komponen atap dan dinding pada bangunan.
Untuk meningkatkan daya tahan dan waktu pemanfaatannya, bambu perlu diawetkan sebelum digunakan. Dulu orang mengawetkan bambu dengan cara tradisional seperti merendam atau mengasapinya. Kini, metode pengawetan bambu telah berkembang, antara lain proses boucheri atau butt treatment yang menggunakan larutan pengawet.
Dengan pengawetan, perancangan, dan perawatan yang baik, anda pun tak perlu segan menggunakan bambu untuk konstruksi rumah anda. Meski hanya rumput, bambu akan membuat rumah anda unik, indah, dan ramah lingkungan.