Minggu, 24 Oktober 2010

Modern Building


Arsitektur Terminal 3 Bandara Changi Modern dan Futuristik executive summary by : kevin

Bandara Internasional Changi di Singapura tetap memikat. Penumpang yang transit berjam-jam, tidak merasa bosan berada dalam bandara itu seharian. Apalagi sejak Januari 2008 lalu, Changi memiliki Terminal 3, terminal baru dengan arsitektur yang unik.

Dibangun dengan dana 1,75 miliar dollar Singapura, bangunan Terminal 3 Bandara Changi seluas 380.000 meter persegi ini didesain oleh CPG Corporation and Skidmore, Owings and Merril LP. Lokasinya persis di seberang Terminal 2. Penumpang dari terminal lain, dapat menggunakan Skytrain yang datang setiap lima menit.

Keunikan Terminal 3 Bandara Changi ini tampak dari atap “kupu-kupu”, di mana cahaya natural yang lembut masuk ke dalam gedung. Desain modern Terminal 3 Bandara Changi ini tampaknya menyesuaikan diri dengan tren desain arsitektur masa kini.

Keunikan lain Terminal 3 Bandara Changi adalah hadirnya sebuah dinding hijau vertikal lima tingkat setinggi 300 meter. The Green Wall ini tampak di ruang kedatangan maupun ruang keberangkatan, serta tempat pengambilan bagasi. The Green Wall ditutup dengan tanaman merambat diselingi dengan empat air terjun.

Penumpang transit dapat menikmati acara-acara TV kabel di sofa yang empuk. Penumpang juga dapat men-charger baterai gadget di tempat khusus yang disediakan. Penumpang yang lelah, dapat mencoba pijat kaki refleksi dari alat yang disediakan Osim. Anak-anak juga tidak kehilangan waktu bermain karena tersedia tempat bermain anak.

Dan yang juga menyenangkan adalah semua kawasan bandara ini area wifi yang dapat diakses secara gratis, setelah penumpang meminta username dan password dengan menunjukkan paspor dan boarding pass.

Dalam konsep layout Terminal 3 Bandara Changi, pusat perbelanjaan transit dan ruang kedatangan didesain sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah tempat yang nyaman. Sebagian besar lantai terminal ini dilapisi karpet sehingga kesan elegan sangat terasa. Sebagian lagi dilapisi parquette.

Penggunaan kaca-kaca transparan di dalam gedung Terminal 3 ini memudahkan penumpang menikmati pemandangan dari segala sudut, termasuk ruang belanja dan tempat makan. Penumpang dapat leluasa memilih gerai mana yang akan didatangi. Lebih dari 100 gerai ritel dan 40 tempat makan dan minum dibuka di Terminal 3 ini.

Terminal 3 Bandara Changi boleh berbangga karena banyak gerai baru dan pertama yang dibangun di bandara. Mulai dari Guylian Belgian Chocolate Cafe (pertama dibuka di luar Belgia), gerai ritel perjalanan Ferrari (pertama dibuka di luar kawasan Eropa) dan toko FIFA World pertama di dunia, dan gerai pertama Apple dan Sony yang dibangun di bandara, butik pertama Vertu di bandara di kawasan Asia Tenggara, kabin kecantikan pertama SK-II di bandara, sampai pada gerai Hard Rock Cafe pertama yang dibuka di bandara internasional utama.

Kapasitas 22 juta

Kapasitas Terminal 3 Bandara Changi adalah 22 juta penumpang per tahun, sehingga total kapasitas bandara ini mencapai 70 juta penumpang yang bergerak setiap tahun. Di terminal baru ini, terdapat 28 aerobridge gates, dan delapan di antaranya dirancang untuk menerima pesawat A-380.

Bandara Internasional Changi seluas 13 km persegi ini, berjarak sekitar 17,2 km dari pusat bisnis Singapura. Bandara ini menjadi markas maskapai penerbangan Singapore Airlines, Singapore Airlines Cargo, SilkAir, Tiger Airways, Jetstar Asia Airways, Valuair, dan Jett8 Airlines Cargo. Maskapai Qantas menggunakan Changi sebagai tempat transit utama penerbangan dari Australia ke Eropa.

Changi menjadi markas terbesar bagi sejumlah maskapai penerbangan asing. Pada April 2008, tercatat 4.340 penerbangan mingguan yang dioperasikan 80 maskapai penerbangan yang melayani 130 kota di 59 negara di dunia.

Changi memberi kontribusi penting bagi perekonomian Singapura, karena menyerap 13.000 tenaga kerja.

Pada tahun 2007, Changi mencatat rekor 36.701.556 penumpang, atau naik 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadikan Changi masuk sebagai bandara tersibuk ke-19 di dunia, atau kelima di Asia pada tahun 2007.

Changi merupakan salah satu bandara kargo tersibuk di dunia, dengan 1,89 juta ton kargo pada tahun 2007. Sejak dibuka tahun 1981, bandara ini telah memenangkan lebih dari 280 penghargaan dalam kurun waktu 20 tahun (1987-2007) termasuk 19 penghargaan The Best Airport.

Changi terus memperbarui diri, membangun berbagai fasilitas untuk melayani para penumpang, termasuk membangun Terminal 3. Penumpang yang transit dan harus menunggu berjam-jam, mendapat fasilitas wisata kota selama dua jam secara gratis dalam program “Free Singapore Tour”. Jumlah orang dibatasi 12 orang. Penumpang dari berbagai kebangsaan dipandu oleh seorang pemandu wisata.

Beginilah cara Singapura melayani penumpang yang datang dari berbagai belahan dunia. Sebagai negara yang menjual jasa, Singapura berhasil menjadikan Bandara Changi sebagai jendela utama negeri itu. (Robert Adhi Ksp, dari Bandara Internasional Changi Singapura)(*_*)

Rabu, 18 Agustus 2010

Membangun Properti dengan Totalitas

executive summary by : kevin

ADa aspek sangat menarik dari gaya Agung Podomoro Group berbisnis. Pemain amat besar di panggung properti Indonesia ini terkesan enggan larut dalam tren berekspansi ke luar negeri. Ia lebih tertarik berkonsentrasi penih di DKI Jakarta dan sekitarnya, lalu bertarung untuk menjadi pemain terbaik.

Tidak heran kalau proyeknya muncul di lima wilayah DKI Jakarta, dan seluruhnya dalam skala amat besar. Ia misalnya memiliki Senayan City, Kalibati City, Podomoro City, Seasons City, Kuningan City, MOI di kelapa gading, Festival City di Bandung dn sebagainya.

Hal yang menimbulkan debar jantung adalah keberanian group usah ini membangun mal di dekat mal yang sudah sukses. Lihat misalnya ketika group yang disapa APG ini, membangun Senayan City di jantung Senayan. Publik properti terhenyak karena nyali APG sangat besar. Di seberangnya terdapat Plaza Senayan, Ratu Plaza dan Senayan Tc.

Plaza Senayan misalnya, menjadi plaza terbaik di Indonesia di zamannya. Lalu apa yang dikehendaki APG membangun mal di seberang sentra belanja yang sudah menjadi ikon Jakarta? Apakah APG cukup percaya diri mengambil pangsa pasar Plaza Senayan yang masif? atau apakah APG hendak membangun pasarnya sendiri?

Tatkala akhirnya Senayan City menjadi mal yang lebih luas dari Plaza Senayan, banyak kalangan meragukan nafasnya. Mal itu menjadi mal terluas di Jakarta, berkapasitas beberapa kali Plaza Semanggi. Apakah Senayan City mampu bertahan dalam rugi? Akan tetapi ternyata semua keraguan itu menguap karena dalam setahun pengunjung Senayan City sudah layaknya Mal laris. Pada jam-jam tertentu, area parkirnya terasa tak memadai. Padahal daya tampung Senayan City terluas kedua di Indonesia setal Central Park, yakni 6.000 kendaraan. Sebagian pengunjung Senayan City akhirnya parkir di areal lain. Inilah sensasi APG yang fenomenal.

Apa kiat Senayan City menyedot belasan ribu pengunjung setiap hari? Pemimpin APG Trihatma Haliman menyatakan, mereka mampu menciptakan pasar besar shingga pusat belanja itu benar-benar penuh pengunjung. Mereka membangun sejumlah apartemen dan perkantoran di sisi mal itu, lalu penghuni apartemen dan orang kantoran itu yang menjadi pembeli paling potensial. Banyaknya pengunjung, tutur Trihatma pekan lalu, karena mal itu menyediakan pelbagai usaha yang diminati masyarakat. Disediakan pula bank, arena bermain anak serta restauran yang disukai publik.

Aspek lainnya, tutur Trihatma. APG menyediakan fasilitas yang disukai pebisnis, menyediakan infrastruktur yang sangat memadai, suasana yang menyenangkan, pendingin udara yang memadai, dan memberi servis sangat tinggi kepada publik dan para penyewa mal. "Kebutuhan dan komplen mereka sangat diperhatikan."

Di sisi lain, nah in sangat penting, para eksekutif APG memiliki jaringan dan lobi amat kuat. Energi mereka untuk menghela pengisi gerai mal amat kuat shingga mal cepat penuh. Tak ayal mal itu mudah mendapat pasar yang luas. Praktis Senayan City menjadi salah satu mal dengan pengunjung amat banyak.

Berangkat dar sukses senayan city, APG membangun beberapa sentra belanja baru, misalnya di kelapa Gading, Pluit, Kalibata. Semua pusat belanja itu meraih sukses besar. Inilah yang membuat kepercayaan diri grup usaha ini makin besar.

"APG beruntung, eksekutif-eksekutif yang mengikuti saya masih muda-muda dan cemerlang. Mereka sangat memahami bahwa hanya dengan berkreasi menciptakan diferensiasi, mereka akan sukses. Mereka pun sadar bahwa berkarya, dan berinovasi akan memberi makna pada karir mereka," ujar Trihatma Haliman. Para eksekutif itu, tambahnya memahami bahwa kreativitas, inovasi, totalitas dalam berkarya harus diperkuat untuk memenangkan kompetisi bisnis yang demikian keras sekarang ini. Mereka mengerti bahwa suatu sentra hunian atau sentra belanja tidak sekedar dibangun. Tetapi jiwa mereka, yakni jiwa para eksekutif itu harus ada di situ.

Dari pemahaman itu, APG membangun Podomoro City. Sentra hunian, bisni dan belanja ini menempati areal 27 hektar, ada pun Central Park berdiri di areal 12 hektar. Menariknya, Central Park terletak di antara dua mal laris tersebut. Ini ternyata cukup memberi hasil optimal. Kini Central Park menjadi salah satu tujuan publik jakarta.

Kesan saya, hadirnya Senayan City dan Central Park memberi warna baru bagi pusat belanja di DKI Jakarta. Warga mempunyai lebih banyak pilihan aktratif.

Di luar aspek-aspek ini, mal di ibu kota layak dipercakapkan, karena memiliki fasilitas menarik. Kamar Kecil, sekadar menyebut contoh, sangat berkelas. Datanglah misalnya ke kamar kecil Central Park, Plaza Senayan, Mal Pondok Indah wah sangat bermutu. Sirkulasi udaranya bagus, wewangian yan dipakai cukup luks, air keran terjaga kebersihannya.

Mal di paris sekadar memberi perbandingan, waduh, untu pipis saja, antre panjang. Mal di Dusseldorf, Jerman bagus, tetapi dalam ukuran mini dan tidak dilengkapi fasilitas unggul seperti misalnya di Grand Indonesia. Mal di Washington DC juga apik, tetapi rasanya mal di Central Park dan Plaza Senayan lebih keren. Keunggulan kedua mal ini terutama pada lingkungan yang penuh pohon dan infrstrukturnya yang memadai.

Kamis, 08 Juli 2010

RUMAH INDAH

Melindungi Rumah dari Kegelapan

Saat pembangunan atau renovasi rumah, naiknya kelembapan tanah ke kontruksi bangunan dapat menjadi masalah serius.