Jumat, 25 April 2014

Meningkatkan status sertifikat

Oleh Kevin


Seseorang klien di bandung melayangkan pertanyaan kepada kami. Isinya kurang lebih demikian, “Saya baru saja melunasi angsuran KPR dan sertifikat sudah diserahkan oleh pihak bank, namun statusnya hak guna bangunan (SHGB). Saya bermaksud meningkatkan menjadi hak milik (SHM). Ke mana saya harus mengurus? Dokumen apa yan diperlukan dan berapa perkiraan biayanya?

Dapat kami jelaskan, untuk meningkatkan status sertifikat dari SHGB menjadi SHM, anda dapat mengurusnya ke Badan pertanahan Nasional (BPN) sesuai wilayah atau melalui jasa notaris setempat. Dokumen yang diperlukan antara lain izin mendirikan bangunan (IMB), Pajak bumi dan bangunan (PBB) terbaru, sertifikat, dan KTP.

Sedangkan biaya untuk meningkatkan status sertifikat adalah bervariasi tergantung wilayah. Adapun komponen biaya yang akan dikenakan antara lain biaya cek sertifikat dan biaya peningkatan SHM.

Sebagai penjelasan tambahan untuk pembaca yang lain, system agrarian Negara Indonesia mengenal beberapa jenis sertifikat property. Status yang paling tinggi adalah SHM. Ini adalah jenis sertifikat dengan kepemilikan hak atas penuh oleh pemegang sertifikat. SHM juga menjadi bukti kepemilikan paling kuat atas lahan atau tanah karena tidak ada lagi campur tangan ataupun kemungkinan kepemilikan pihak lain. Status SHM juga tak memiliki batas waktu.

Sertifikat selanjutnya adalah SHGB. Pemegang SHGB berhak mendirikan bangunan di atas tanah yang memiliki seritifikat jenis tersebut. Namun, kepemilikan tanah atau lahan masih menjadi milik Negara. Sertifikat jenis ini mempunyai batas waktu yang biasanya berdurasi selama 20 tahun.

Ada juga SHSRS yang menegaskan kepemilikan seseorang atas rumah vertical, seperti apartemen, rumah susun, dan kondominium.  Hunian vertical ini dibangun di atas tanah dengan kepemilikan bersama. Meski demikian, hak milik atas satuan rumah susun bersifat perorangan dan terpisah.

Jumat, 18 April 2014

Mengatasi Risiko Rumah di Lahan Miring

Oleh Kevin


Sejumlah kota di Indonesia mempunyai lahan yang miring karena topografi tanah yang bergunung-gunung atau berbukit-bukit. Contohnya adalah Semarang dan Bandung. Wilayah kota Semarang memang bervariasi. Bagian perbukitan mendominasi di bagian selatan. Bagian utara adalah kawasan yang rawan rob. Sementara itu,  di bagian timur dan barat relatif lebih rata.

TIDAK jauh berbeda dengan Semarang, kawasan Bandung juga mempunyai topografi tanah yang bervariasi. Bagian tengah kota merupakan daerah yang lebih rendah dibandingkan daerah pinggiran kota.

Hal ini membuat struktur bangunan di kedua kota ini perlu menyesuaikan karakteristik topografi kota. Rumah-rumah yang berlokasi di tanah atau lahan yang miring pun tak sedikit jumlahnya. Bangunan di lahan miring sebenarnya memiliki banyak risiko. Banjir atau longsor adalah ancaman utama. Apalagi jika struktur bangunannya tidak tepat dan fondasinya kurang kuat.

Untuk itu, ada beberapa pertimbangan dalam membangun rumah di lahan yang miring. Berikut ini beberapa diantaranya :

Struktur Tanah

Untuk membangun rumah di lahan yang miring, terlebih dahulu anda perlu mengenal struktur tanahnya. Jika tanah tergolong terlalu gembur, biasanya lebih rentan longsor dan mudah tergerus air. Tanah berpasir umumnya mempunyai struktur yang juga kurang stabil. Tanah yang bercadas atau didominasi batu kapur biasanya cenderung lebih kokoh tetapi keras dan air tanah sukar didapat.

Fondasi

Setelah mengetahui struktur dan jenis tanah, anda perlu memikirkan tentang fondasi rumah. Karena berlokasi di lahan miring, fondasi rumah bisa dilakukan denga cara meratakan permukaan tanah terlebih dahulu. Cara lainnya adalah membangun rumah dengna mengikuti struktur topgrafi lahan. Namun, anda perlu memastikan bahwa rumah yang dibangun mempunyai fondasi yang kokoh untuk menopang beban rumah.

Desain

Menentukan desain rumah di lahan miring memang berbeda dengan rumah di lahan yang rata. Jika mengikuti kondisi lahan, anda bisa membuat rumah dengan mengikuti struktur tanah. Gunakan anak tangga untuk menghubungkan permukaan rumah yang tidak rata. Agar tampilan tidak membosankan, aturlah pemasangan lampu taman agar lebih menarik.

Jangan lupa, perhitungkan system drainase di sekitar rumah. Perhatikan pula tentang pencahayaan. Karena berlokasi di ketinggian atau topografi yang tidak rata, anda justru bisa memaksimalkan pencahayaan alami dari sinar matahari saat siang hari. Berikan bukaan yang lebar untuk penerangan alami ini.

Tanamlah Pohon

Keberadaan pohon penting untuk menjaga struktur tanah. Pohon juga berfungsi menampung air agar air hujan tidak mengalir bebas ke bawah saat musim hujan. Untuk itu, tanamlah pohon-pohon di sekitar rumah.

Akses Jalan

Rumah di lahan miring biasanya mempunyai akses yang tak mudah. Tanjakan, turunan, tikungan tajam, dan jenis jalan yang belum diaspal bisa jadi merupakan akses menuju rumah anda. Anda perlu memperhitungkan akses jalan dengna lokasi garasi untuk kendaraan. Cermati pula kondisi mesin, terutama gas dan pengereman kendaraan anda karena akan digunakan untuk melintasi jalan yang bermedan berat.

Rumah di lahan miring memang sepintas kurang nyaman. Pembangunan dan desain pun lebih susah. Namun, justru dengan lokasi unik ini, anda bisa menuangkan kreativitas dalam pembangunannya. Memanfaatkan topografi tanah untuk menciptakan desain yang baru dan unik pastilah menjadi tantangan tersendiri untuk anda.

Jumat, 11 April 2014

Jaringan Antar Kota



Mengusung Peradaban dari Fukuoka

By Nashrulah Nara, adaptasi oleh Kevin


Jepang tak ubahnya sumur inspirasi peradaban yang tak pernah kering untuk ditimba. Kupulauan Kyushu wilayah selatan Jepang yang merupakan salah satu pusat perekonomian “Negeri Sakura” tersebut, berupaya memantapkan perannya sebagai kiblat pembangunan kota-kota di Asia.

Gencarnya kerja sama perkeretaapian antara Jepang dan Indonesia belakangan ini bisa jadi menginformasi semangat itu. pusat perawatan kereta api Jepang (Hakata Car Maintenance Center) terletak di Fukuoka, Kyusu. Di sinilah perusahaan kereta api Jepang (Shinkasen) merawat armada yang melayani Jepang wilayah barat dan selatan.

Jumat, 04 April 2014

Interior

Agar Dinding Rumah tampil lebik Elok

Oleh Kevin


Memiliki rumah pribadi memang merupakan suatu kebanggaan tersendiri, apalagi jika rumah tersebut terlihat lebih unik dan menarik jika dibandingkan dengan rumah lainnya. Ada banyak cara untuk membuat plesteran dinding tampak lebih elok dilihat mata, mulai dari cara yang paling sederhana dan konvensional seperti memberikan warna polos dengan cat hingga menutupnya dengan templelan wallpaper.

Dengan sedikit kreativitas, anda bisa mengakali mahalnya pemakaian wallpaper dengan cara mengkreasikan penggunaan cat. Untuk itu, cobalah anda menilik teknik-teknik pengecatan berikut ini.

Dragging. Teknik ini membentuk pola dengan tekstur bergaris. Untuk menerapkannya, ana memerlukan bantuan sikat atau sisir bergigi jarang untuk menciptakan tekstur tersebut. Langkah eprtama, sapulan dinding dengan cat yang cukup tebal dengan menggunakan kuas. Ketika cat masih agak basah, anda buat pola yang diinginkan dengan menggunakan sisir bergigi tersebut.

Combing. Cara yang diterapkan pada teknik ini adalah menekan kuas berukuran sedang ke bagian dinding. Hasilnya ketika sudah kering, dinding akan memilii tekstur garis yang lebih rapat dan dapat membantu memanipulasi ruangan.

Stempel. Layaknya stempel pada kertas bon, teknik ini pun bisas diterapkan pada dinding. Bahkan motifnya bisa disesuaikan dengan keinginan, bisa berbentuk kupu-kupu, bola, daun, serangga, dan lain sebagainya. Alat bantunya bermacam-macam, mulai dari kain renda, spons, plastic yagn digumpalkan, atau membuat cetakan dari motif kain atau gambar yang diinginkan.

Abstrak. Teknik ini tidakm emiliki pakem yang zakelijk karean secara keseluruhan mengandalkan kemampuan kreativitas anda. Dengan cara  ini, andabebas berkereasi dan membuat pola sesuai keinginan. Misalnya, membuat pola bunga yang cukup besar dengan sapuan kuas  dan tidak perlu terlalu rapi. Sapuan-sapuan kuas itu justru akan menghadirkan tekstur tersendiri ketika kering.

Teknik-teknik ini tidak hanya mengubah tampilan dinding rumah menjadi lebih atraktif, tetapi juga mampu menutupi retak rambut atau permukaan dinding yang tidak rata. Yang pasti, sesuaikan pola cat tersebut dengan fungsi dan gaya ruang.