Kamis, 19 November 2015

PENCAHAYAAN

Ciptakan Atmosfer Ruang dengan Pencahayaan
By Kevin
Di rumah temannya di Jakarta, Aaron khein yang berasal dari AS suatu kali berceletuk, “Di sini dan pada umumnya di Asia, rumah-rumah kebanyakan menggunakan lampu neon berwarna putih. Padahal, sebenarnya kita bisa lebih bermain-main dengan cahaya pada ruangan.”
AARON memang bukan seseorang berlatar pendidikan desainer interior, pencahayaan, atau arsitektur. Komentarnya tentang gaya pencahayaan yang kebanyakan monoton hanya bersumber dari pengamatannya. Namun, hal tersebut menunjukkan bahwa ia merasakan perbedaan dampak intensitas dan warna cahaya pada ruangan.
Intensitas pencahayaan amat penting diperhatikan karena tujuan ruang yang berbeda akan membedakan kebutuhan intensitas cahaya juga. Ruangan untuk suasana bersantai seperti teras, ruang keluarga, atau ruang tidur misalnya, tidak membutuhkan cahaya yang begitu terang. Sementara itu, ruang kerja, terlebih untuk pekerjaan yang membutuhkan detail tinggi, memerlukan cahaya dengan intensitas lebih tinggi pula.
Dalam bukunya yang berjudul Lighting, Imelda Akmal menjabarkan beberapa tipe penerangan, antara lain penerangan umum, accent lighting, task lighting, pencahayaan dekoratif, dan pencahayaan kinetis. Penerangan umum yang biasa disebut juga dengan ambient lighting atau general lighting berasal dari sumber cahaya yang cukup besar dan mampu menerangani keseluruhan bangunan. Untuk mengatur redup atau terangnya kita bisa menggunakan dimmer atau tombol pengatur cahaya lampu. Penerangan semacam ini bisa diterapkan di ruang keluarga, dapur, atau ruang belajar yang areanya cukup luas.
Di dalam rumah, ada pula unsur estetika yang ingin ditonjolkan, seperti lukisan, ukiran, atau benda seni lain. Inilah fungsi accent lighting, memunculkan karakter ruang agar tampil lebih hidup dan menarik. Sementara itu, task lighting merupakan jenis penerangan yang diperlukan untuk memperjelas spot spesifik yang diperlukan dalam aktivitas, seperti belajar, bekerja, atau memasak. Jenis pencahyaan ini membantu kita lebih focus pada aktivitas yang sedang dikerjakan dan tidak membuat mata lelah. Penerangan seperti ini cocok diaplikasikan di ruang belajar, dapur, ruang hobi, atau ruang keluarga.
Terlepas dari fungsi utamanya sebagai sumber penerang, lampu juga bisa sekaligus berfungsi sebagai elemen dekoratif. Lampu dnenga bnetuk tertentu yang menarik sengaja dipilih untuk menghias ruang. Agar  cahaya lampu dekoratif ini dapat dinikmati dengna optimal, keseimbangan dengan elemen cahaya lainnya seperti general lighting perlu diperhatikan. Usahkan agar kombinasi keduanya mempercantik ruangan anda.
Ada pula sumber cahaya kinetis (bergerak-gerak), seperti cahaya matahari, lilin, lentera, atau obor. Kehadirannya yang berpendar lembut dan sifatnya bergerak mampu menimbulkan suasana yang dramatis dan romantic. Cahaya semacam ini biasa digunakan untuk kamar tidur, teras, restoran, atau kafe tertentu. Sudah sepantasnya pencahayaan kini lebih diperhatikan. Bukan hanya sumber penerangan, cahaya berperan menciptakan atmosfer ruang.

Senin, 19 Oktober 2015

Furniture Ekslusif untuk Hari Raya

By Kevin
Menyambut hari raya idul fitri, Cellini menawarkan beragam furniture untuk menghangatkan keakraban anda bersama keluarga. Salah satu produk terbaru dan favorit Cellini, yaitu Dansk Series yang terdiri atas coffee table, dining table, dan side table dengan lapisan kayu berkualitas. Dansk Series didesain dalam gaya simple, elegan, dan eksklusif sehingga cocok ditempatkan di ruang tamu dan ruang keluarga untuk menyambut datangnya Idul Fitri. Datang dan kunjungi website online dan showroom Cellini terdekat untuk melihat koleksi furniture lainnya atau kunjungi situs web www.cellini.com.sg
#ELDA L – Shape | walnut veneer collection


#TRINITY Bedfrmae – QS | Mattress nightingale premium quality orthopedic master


#MAX Dining set | dining table + 4 chairs

Kamis, 17 September 2015

SKYCRAPER



By Kevin
GEDUNG pencakar langit atau skyscraper adalah bangunan jangkung yang memiliki banyak lantai, baik yang digunakan sebagai kantor, pertokoan, atau hunian. Hingga abad ke-19, bangunan tinggi yang lebih dari enam lantai masih jarang dan umumnya masih berupa menara pada kastel atau bangunan-bangunan megah. Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirta Arab, menjadi pencakar langit tertinggi sejak 2010 dengan tinggi 829,8 meter.

Minggu, 16 Agustus 2015

INFO KLASIKA | INTERIOR



Suntikan Segar di Area Dapur

By Kevin

Bangunan sebagai hasil karya manusia juga merupakan bentuk komunikasi seperti halnya bahasa. Oleh karena itu, beragam unsur berupaya disajikan dalam suatu bangunan.

RUMAH urban mensyaratkan beberapa hal untuk melengkapi kenyamanan berhuni. Praktis, fungsional, tetapi juga mengusung estetika tinggi. Setiap perabot yang mengisi suatu area rumah bisa dipastikan tak hanya berguna dari sisi fungsi, tetapi juga mengedapankan gaya harmonisasi desain interior secara keseluruhan. Dapur pun berubah wajah. Ia kini termasuk area yang selalu dipamerkan.

Dalam perjalanannya, dapur tak semata tempat untuk mengolah makanan dan memasak. Ia kini juga dianggap sebagai pusat kehidupan di rumah, di mana proses komunikasi antaranggota keluarga terjalin hangat.

Material, warna, hingga tata letak furniture dapur terus diubah demi mendapatkan titik kenyamanan optimal bagi pengguna. Para perancang mengemasnya dalam sebuah sistem terintegrasi yagn kini melahirkan konsep lifestyle kitchen untuk menyesuaikan gaya hidup pemakainya. Inovasi dan teknologi terkini disematkan dalam setipa rancangan perabot dapur tersebut. Hal ini meliputi riset material baru, pengembangan cara terkini untuk struktur dapur, serta mencari mekanisme yang dapat meningkatkan fungsi serta manfaat dari sebuah desain. Tak terkecuali, tampilannya yang memikat mata.

Para desainer dunia saling berlomba melahirkan rancangan dapur yang inovatif sekaligus eksklusif. Kedetailan rancangan dan pemilihan material menjadi salah satu tolok ukur kecanggihan Compasso d’oro alla Carierra (Golden Compass for Lifetime Achievement) tahun 1995, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam asosiasi industry desain Italia, memunculkan nama Boffi sebagai satu-satunya pembuat desain dapur yang mendapat penghargaan tersebut.

Pada 2 Juni lalu, Boffi berkenalan dengan Indonesia melalui dua koleksi terbarunya, yakni k20 (K-Twenty) yang dirancang oleh Norbert Wangen dan Aprile yang diciptakan Pierro Lissoni. K20 menampilkan material baru untuk area worktop dan pintu, sementara tepi pintu tersembunyui di pinggir panel sehingga terlihat lebih rapi. Bagian back-splash dilengkapi laci dengan lampu terintegrasi.

Lain halnya dengna koleksi Aprile yang menampilkan material dari bahan alami, seperti kayu yagn menggunakan teknik finishing terkini, dipadu baja antikarat dan batuan alami dengan beragam ketebalan. Inovasi material ini memberi solusi untuk area worktop dan area makan yang lebih luas. Dengan sistem ventilasi luar yagn inovatif pada bagian hood, kaki-kaki perabot menggunakan bahan baja antikarat untuk menyangga area breakfast bar yang terbuat dari kayu solid.

Setiap perabot dapur dirancang untuk memenuhi gaya hidup dan kebiasaan pengguna. Tampilan perabotan yang cantik akan semakin membuat anda betah berlama-lama bercengkerama bersama kerabat sembari mengudap.


untuk informasi lebih lanjut anda bisa mengakses www.boffi.com

Rabu, 15 Juli 2015

Langgam Properti

Kembali kepada Tangga

By Kevin

Ada yang kini terpinggirkan pada bangunan-bangunan tinggi. Tangga. Elemen ini kini biasanya dijadikan jalur dalam keadaan darurat saja. Dalam kondisi normal, orang akan memencet tombol untuk berpindah level.

TANGGA, selain menjadi tidak seberfungsi dulu, terkait dengna isu lain, kesehatan dan energy. Hal ini menarik perhatian department of health and mental hygiene’s AS. Di gedung itu, dipasang poster kampanye yang berbuny, “Burn caloris”, not electricity. Take the stairs!” Kampanye ini bertujuan menurunkan menurunkan tingakt obesitas dan gaya hidup tak sehat sekaligus mengajak orang-orang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tentu saja kita tidak harus menggunakan tangga untuk naik sampai tujuh lantai. Memanfaatkannya untuk dua atau empat lantai pun sudah merupakan kontribusi yang positif.

Menggunakan tangga untuk berakitivitas berdampak signifikan terhadap kesehatan. Seperti kita ketahui, tingkat obesitas di AS tinggi sekali. Sebuah penelitian bahkan megnungkapkan, jika orang Amerika meluangkan waktu untuk menggunakan tangga dua mint lebih lama setiap harinya, mereka dapat membakar kalori dan nantinya bisa mencapai berat badan rata-rata.

Masalahnya, meski kita tahu bahwa menggunakan tangga lebih sehat dan lebih ramah lingkungan daripada memakai lift, rasa malas kerap menghalangi niat memilih tangga. Selain itu, jika tangga berada di posisi yang tidak strategis ata utidak terawatt, kita merasa tidak nyaman menggunakan tangga tersebut. Memahami hambatan psikologis ini, New York City menerapkan strategi lain. Mendorong orang naik tangga dengan mendesain tangga semenarik mungkin.

Bukan sekadar sirkulasi berjalan

Arsitek Tim Burney juga pernah memberikan pernyataan, “Ada masa sebelum lift, ketika tangga merupakan kesempatan besar arsitek untuk mengeksplorasi ruang tiga dimensi.” Sebelum ada lift, tangga menjadi bagian dari ekplorasi kreatif para arsitek. Mereka berupaya mendesain tangga dengan estetis. Hal ini membangun kesempatan bagi para arsitek untuk memberikan solusi yang cerdas.

Hal inilah yang dilakukan Edge Design Institute di Hong Kong. Mereka mengubah tangga umum yang sepi menjadi tempat yang menarik untuk didatangi dalam apa yang mereka sebut The Cascade Project. Terletak di The Centrium, susunan anak tangga ini menawarkan pengalaman berbeda dengan adanya patung-patung asimetris yang bisa dijadikan tempat duduk di baigan pinggirnya. Sistem pencahayaan yang menciptakan atmosfer hangat dihadirkan untuk membuat ruang itu nyaman bahkan di malam hari. Nah, bagaimana cara kita di sini untuk membuat orang kembali tergerak untuk memilih tangga.

Di Indonesia juga tak ketinggalan untuk mengkreasi tangga dengan berbagai macam gaya. Seperti yang dilakukan oleh salah satu pusat perbelanjaan di kawasan kuningan, Jakarta selatan, tanga juga digunakan sebagai alat promosi sebuah produk, dengan menggunakan teknologi LED, tangga yang berada di lobi utama tersebut mampu menampilkan banyak formasi gambar dan pencahayaan warna yagn ramai nang gemerlap.

Selain itu, ada tangga piano di stasiun kereta di Brasil, tepatnya di Stasiun kereta Osacscu. Jika diinjak, tangga akan mengeluarkan irama merdu layaknya tuts pada piano. Menarik ya. Mengkreasikan tangga yang ada di rumah juga dapat dilakukan. Jika bukan pada tangganya langsung, anda dapat menghias dinding sepanjang tangga dengan beragam lukisan, foto, dan benda-benda berharga atau yang dianggap unik lainnya.

Yang perlu diperhatikan adalah tangga kin bukan hanya milik bangunan-bangunan besar. Rumah berlahan terbatas pun sangat membutuhkan elemen ini. Hanya, memang anda dituntut cermat dalam engaplikasikannya agar kehadiran tangga tak justru mempersempit ruang yang sudah terbatas itu.

Sebaiknya tangga didesain dengan baik dan berani. Jangan tanggung-tanggung mengeksplorasi bentuk, detail, dan penggunaan materialnya. Artinya, selain factor struktur yang harus diperhatikan, untuk bisa menjadikan tangga sebagai sesuatu yang monumental di dalam rumah harus berani (ekspresif) dalam menggunakan pilihan material, selain tentunya dari bentuk. Nah, apa pun yang dikreasikan pada tangga merupakan bentuk bagaimana cara kita di sini untuk membuat orang kembali tergerak untuk memilih tangga!.

Catatan : Baluster merupakan penyangga pegangan tangga, biasanya bentuknya mengarah vertikal. Material baluster bisa terbuat dari kayu, besi, beton, baja, dan ada yang menggunakan kaca.