Senin, 12 Desember 2011

Membangun Hunian Tanpa Menebang Pohon

Oleh Kevin

Pada suatu kesempatan di Surabaya, Menteri Perumahan Rakyat memaparkan sebuah pengalaman. Berbicara rileks tanpa teks, ia bercerita tentang kekagumannya saat suatu hari berkunjung ke Makassar. Suharso terkesan pada sebuah kompleks rumah sederhana sehat (RSH) yang sangat hijau.

Meski sedernahan, kompleks RSH itu sangat hijau dan amat bersih. Penghuninya menanam berbagai tanaman  bunga yang penuh warna. Selain itu, mereka merawat jalan dan rumah dengan apik. Tata lingkungan dikelola secara bergotong royong. Suharso mengaku senang melihat RSH itu dan berharap semua pengmbang menjalankan misi hijau secara ihlas.

Ia mengatakan, Indonesia harus serius menangapi masalah pemansan global. “Kota-kota mesti membangun secara vertikal untuk menghemat lahan. Penggunaan ruang terbuka hijau (RTH) dihindari dan penggundulan hutan dihentikan sama sekali,” ujarnya.

Pembangunan hunian vertikal itu juga terjadi secara masif di jakarta. Apartemen-apartemen terus bermunculan, nyaris semuanya menggusung keunggulan tentang lingkungan yang hijau.

Ada pengembang yang mencoba menanam pohon sebanyak mungkin di lahannya yang masih kerontan. Ada pula pengembang yang telah lebih dahulu mendapat lahan hijau yang “sudah jadi” an tinggal menyesuaikan bentuk propertinya sambil merapikan pepohonan yang sudah berumur tua.

Dalam sustainable development, konsep green mencakup arti yang luas. Sebuah pengembangan dapat disebut “green” karena memiliki lahan hijau yang dirimbuni aneka pepohonan. Selain itu, desain bangunan yagn ramah lingkungan atau tersedianya infrastruktur yang meminimalisasi penggunaan kendaraan bermotor, misalnya, juga layak mendapat predikat “green”.

Salah satu pengembangan yang mengusung kosep green sebut saja apartemen Woodlandpark Residence. Apartemen ini terdiri dari 4 menara strata title dan 1 menara apartemen servis yang dikelola Swissbel Hotel.

“Kami ingin mengungkapkan konsep itu (green) dengan suasana hutan yang hijau dan segar,” kata KU Daniland Group yang saat ini tengah mengembangkan apartemen Woodlandpark Residence di kalibata, Jakarta Selatan, kamis (13/10/2011).

Di atas lahan seluas 3,1ha yagn akan dikembangkan oleh Daniland Group, telah tumbuh belasan pohon berusia ratusan tahun, seperti trembesi, beringin, dan pohon langka kedoya. Pohon-pohon itu, tak akan ada yang ditebang. Lahan yang diperuntukan untuk bangunan hanya sekiatar 20%, sisanya untuk RTH.
“Sayang kalau pohon-pohon ini ditebang, butuh ratusan tahun untuk tumbuh sebesar ini. Itulah sebabnya kami ingin menghadirkan suasana hutan yang rindang dan sejuk,” lanjut KU.

Konsep hijau itu kemudian dipadukan dengnadesain lingkungan madani. Menutur KU, dalam ranah properti, lingkungan madani dapat diartikan dengan terbangunnya civil society.



Kata madani sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun, tak banyak orang yang benar-benar mengusahakan infrastrukturnya. Semisal, membiarkan lingkungan tempat tinggal kotor dan kumuh, atau di kota besar tak ada ruang untuk berkumpul dan bersosialisasi.

‘Oleh karena itu, kami membuat Sky Living Room, ini menjadi sarana untuk berkumpul bersama bagi penghuni, ada di lantai enam dan sepuluh. Bentuknya seperti hall dan di sana ada fasilitas untuk berkumpul agar semua penghuni bisa saling menyapa dan mengembangkan toleransi,’ terang KU.

Jumat, 11 November 2011

Inspirasi | Abunsanda

Sumber Daya Manusia, Konsep, Dan Nyali
Executive summary by Kevin

ADA hal yang amat menarik dikaji dari gaya kempeimpinan Trihatma Kusuma Haliman, pemimpin Grup Agung podomoro. Pria setengah baya yang selalu menggunakan pakaian sederhana ini dikenal sangat tegas dank eras. Namun, dibalik ketegasan sikap itu tersimpan totalitas dalam bekerja, nyali yang menggetarkan, kreativitas, serta kearifan yang mengagumkan.

Beberapa aspek tersebut memberi warna pada grup usaha yang ia pimpin. Ia, misalnya berani membangun Senayan City persis di seberang Plaza Senayan, keberanian ini mencengangkan karean plaza senayan ketika itu merupakan salah satu mal terbaik di Asia Tenggara. Tetapi, fakta kemudian yang berbicara, Senayan City kini sala hsatu mal paling disukai warga ibu kota dan warga dari kota lain.

Nyali Trihatma juga tampak ketika ia berani membangun Mall of Indonesia(MOI) di kelapa gading, padahal sudah terdapat beberap mal besar di sana. Tetapi, toh MOI sukses besar. Belakangan ia membangun Central Park yang terletak antara dua mal ramai, Mal Ciptura dan Mal Taman Anggrek. Banyak yang mengingatkan Trihatma agar berhitung lagi masuk ke panggung yang sangat sesak petarung hebat. Tetapi, ia berjalan terus. Dan, kenyataan yang menghebohkan muncul, Central Park laris manis, begitu pula perkantoran dan apartemennya. Kini tidak kurang dari 500 gedung tinggi ia bangun di wilayah jabodatebek.

Apa rahasia di balik kesuksesan ini? Trithatma tertawa ketika ditanyakan hal ini. Ia menyatakan, semua ilmu ekonomi menerangkan bagaimana berbisnis, bagaimana mengendalikan perusahaan, bagaimana mengani sumber daya manusia, bagaimana mengemas marketing. Anak-anak sekolah juga diajarkan teknik penjualan, lobi, pengembangan kreativitas dan sebagainya. Namun, bagaimana mempraktikannya di lapangan. Bagaimana menjadi saudagar dengan keahlian khusus, memang membutuhkan talenta, kreativitas, inovasi dan nyali besar.

Dalam percakapan rileks dengan Trihatma di ruang kerjanya yang resik, ia bertutur bahwa sebuah perusahaan pertama-tama harus mempunyai sumber daya manusia yang berkelas. Sebuah perusahaan property, juga perusahaan di bidang lain, harus mempunyai Sumber Daya Manusia prima. Dengan Sumber Daya Manusia yang  berkualitas, perusahaan ini mudah melakukan inovasi, terobosan, dan kreativit mengemas program. Dengan Sumber Daya Manusia yang bagus, pengembang mudah memilih lokasi yang strategis. Ini sebabnya mengapa Trihatma selalu menyatakan bukan lokasi yang menjadi factor nomor satu dalam perusahaan property, melainkan Sumber Daya Manusia.

“ Dengan Sumber Daya Manusia yang baik, lokasi terbaik akan mudah ditemukan. Deal mendapatkan lokasi juga bisa dilakukan oleh sumber Daya Manusia yang keren,” ujar Trihatma di Jakarta baru-baru ini. “Konsep brilian tentang sebuah proyek juga tergantung pula pada Sumber Daya Manusia. Itu sebabnya mengapa saya selalu saya sebutkan bahwa mendapatkan Sumber Daya Manusia yang baik itu amat beruntung. Wah hoki betul.”

Dalam konteks itu, Trihatma menyatakan sulit mendapatkan Sumber Daya Manusia yang baik, sebab dia bekerja untuk kita. Kini mencari seorang GM saja amat tidak mudah.

Lihatlah, mengapa Singapura maju? Karean Sumber Daya Manusia nya berkualitas. Soal Sumber Daya Manusia inilah yang sanat diperhatikan sejak Singapura berdiri, semua warga dididik dengan pendidikan yang baik.

Hal kedua, tutur Trihatma adalh konsep. Sebuah konsep selalu mesti baik benar, dan terbaik. Ini menentukan sukses tidaknya sebuah proyek. Tetapi, jangan pernah bermimpi menyontek konsep yan sukses. Sebab bisa jadi konsep A, misalnya, sangat brilian di London, tetapi belum tentu akan brilian juga di Jakarta. Untuk Agung Podomora, misalnya, di tempat ini boleh jadi sukses dengan konsep lingkungan, tetapi di tempat lain belum tentu sukses. Aspek demografi yang berbeda dan selera public mesti sangat diperhatikan.

Factor lain yang menarik adala hbagaimana mengemas sebuah proyek dengan totalitas kerja, dengan intuisi dan segenap kreativitas. Jangan pernah setengah-setengah dalam bekerja. Slain itu, segenap Sumber Daya Manusia, termasuk pemimpin perusahaan harus pandai menciptakan value dari sebuah proyek. Kalau proyek itu memiliki value atau sebutlah keunggulan komparatif yang menonjol disbanding proyek milik usahawan lain, proyek itu mudah direngkuh public.

Filosofi bisinis yang disukai Trihatma rupanya “sederhana”. Ia bersandar pada tiga C, yakni Cuan (untung), Cengli (fair), dan cincai (tidak sekadar mencari untung, tetpi juga bebelas, bersikap dermawan, atau bisa berbagi). Dengan filosofi ini, Trihatma menyatakan ia merasa ada keseimbangan dala mhidup berbisnis. Ia tidak hanya mengejar omzet dan laba, tetapi menjalankan bisnis dengan dengan etika tinggi, kerja dengan etos luar biasa serta tidak mengabaikan nilai-nilai humanisme, tidak melihat profit sebagai “segala-galanya”, ada nilai luhur dalam berbisnis yang harus diketahui pada pelaku usaha.

Hal ketiga adalah lokasi. Uang untuk menopang sebuah proyek boleh jadi amat besar, tetapi lokasi untuk berbisnis yang strategis dan memiliki nilai dominant juga penting.

Keempat adalah nyali. Seorang pebisnis mutlak mempunyai nyali. Dengan nyali, seorang pebisnis mampu mengambil prakarsa bisnis yang cemerlang. Lompatannya amat jauh dan mencengangkan.

Soal nyali ini sudah dibuktikan Trihatma dengan membangun Senayan City, Central Park, MOI, dan sejumlah proyek lain .semua mal ini dibangun “di lokasi sangat keras”, tetapi grup usaha ini mampu menunjukkan kualitasnya sehingga mampu meraih bintang.

Jumat, 21 Oktober 2011

Green Living

Membuat Green Wall Sederhana

Oleh Kevin

Menghijaukan lingkungan sekitar tidak saja dilakukan dengan menanam tanman di lahan. Dinding pun dapat menjadi media yang menyejukan suasana. Menanam tanaman pada dinding terbukti dapat mengurangi suhu udara di dalam ruamh, karena tanaman dapat menyerap panas , selain tentu hijaunya tanaman dapat meneygarkan pandangan. Inilah yang disebut greenwall.

Cara tanam di dinding umumnya menggunakan perangkat khusus. Sebuah ktoak plastik  khusus diisi dengan media tanam dan tanamannya, kemudian digantungkan pad dinding. Sistem pengairan pun ditambahkan agar tanaman dapat terus tercukupi nutrisnya. Namun cara ini cukup mahal. Karena itu, greenwall semacam ini biasa diterapkan di gedung-gedung perkantoran.

Ada cara menanami dinding yang lebih sederhana. Bahan bakunya pun banyak didapatkan di sekitar kita, yaitu kain woll yang tebal dan sekam. Caranay adalah sebagai berikut:

  • Dua lembar kain woll (glaswoll) yang masing-masing setebal 7 mm jahit menjadi satu tepiannya. Di sanalah satu permukaan woll dibuatkan sobekan-sobekan sehingga membentuk kantung. Di bagian bawah sobekan ini harus dijahit kembali agar tanaman dapat ditempatkan di sini.
  • Tanaman yang ditanam di sini dapat berupa tanaman menyemak atau merambat. Dengan begitu, dinding hijau akan cepat rimbun. Beberapa jenis tanamannya, antara lain sirih-sirihan, begonia, cracaena, polisias, epiprenum, serta peperomia. Jenis bromelia dan kriptantus juga dapat memberikan warna yang cantik.
  • Sebelum dimasukan ke dalam kantung, tanaman sebaiknya harus ditumbukan akarnya. Caranya adalah dengan memotong tanaman kemudian direndam ke dalam larutan penumbuh akar, seperti antonik(merk dagang) lalu dicabut dengan sobekan rockwool.
  • Seterlah 2 minggu dan berakar banyak, tanaman siap dipindahkan ke dalam kantung. Aturlah jenis tanaman untuk membuat pola tertentu apda dinding. Paduan warna juga dapat dimainkan anatara tanaman berdaun hijau tua, hijau muda, kekuningan, atau kemerahan.
  • Bobotnya yang lebih ringan dibandingan cara biasa emmbuat lembaran glasswoll dapat dipasang ke dinding menggunakan rangka sederhana dari besi atau baja ringan.
  • Siramilah greenwall ini sekali sehari, jika pupuk ingin ditambahkan, campurkan pupuk cair ke dalam air siraman.


Selamat Mencoba! Informasi lebih lanjut silahkan log on ke : BilikBagus.Blogspot.Com

Senin, 10 Oktober 2011

Bandung | Mal

Menengok Mal Ala Kota Kembang

Executive summary by Kevin

Sewaktu menyambangi Kota Bandung, lokasi mana yang anda tuju? Butik, factory outlet, tempat wisata, kafe, atau restaurant, sudah pasti didatangi. Ada ratusan tempat makan dan belanja di Bandung yang bisa anda pilih sesuka hati. Atau, anda bisa mengunjungi sejumlah mal.

Barangkali anda semat berpikira, apa menariknya sebuah mal jika di kota anda pusat perbelanjaan ini juga bertebaran di mana-mana. Namun, sebagai refernsi, tak ada salahnya jika anda mengintip wajah sejumlah mal di Bandung. Misalnya, Cihampelas Walk (Ciwalk), Bandung Indah Plaza (BIP), Paris Van Jaya (PVJ), dana Bandung Supermall (BSM).

BIP dikenal sebagai mal pertama yang berdiri di Kota Bandung. Lokasinya strategis, di pusat kota, di sisi Jalan Merdeka, tak jauh dari Gedung Balaikota dan hanya beberapa menit dari Gedung Sate. Karena posisinya yang strategis, tak heran mal ini ramai dikunjungi saat akhri pekan.



Ciwalk yang berlokasi di Jalan Cihampelas juga tak kalah strategis. Meskipun terbilang mal termuda di Bandung. Ciwalk  sering dikunjungi wisatawan dari berbagai kota di Indonesia. Salah satu alasanya karean mal ini didesain menyerupai kupu-kupu.



Perpaduan bagian indoor dan outdoor Ciwalk juga menarik. Anda tidak akan bosan jika menyambangi mal yang teduah dan sejuk karena rindangnya pepohonan ini. Belum lagi desainya yang mengikuti kontur tanah dan pepohan di bagian otudoor-nya.

Jika ingin menikmati suasana romantis di waktu malam, anda bisa mengunjungi mal PVJ. Mal yang berlokasi tak jauh dari Tol Pastur ini dirancang dengan nuansa open air dengan konsep bangunan ala Eropa. Dengan interior mal yang dilengkapi jalur untuk pedestrian ala kota-kota di Benua Eropa dan kerlip lampu di pepohonan kala malam, PVJ memang menawarkan pesona tersendiri.



Sementara itu, BSM merupakan salah satu mal yang terbesar di Kota Bandung. Bahkan, mal ini sempat menyandang sebutan sebagai mal terluas di Asia Tenggara. Berlokasi di jalan Jenderal Gatot Subroto, mal ini memiliki wahan permainan baru, yaitu Trans Studio Bandung.



Selain mal yang telah disebutkan di atas, ada sejumlah mal lain yang bisa anda datangi di Kota Bandung. Jika penasaran dengan isi mal di Bandung, cobalah anda sambangi pada akhir pekan atau saat libura.

Minggu, 25 September 2011

Urban Chat | Design

Landscaping Your Little Corner Of The World In Harmony With Mother Nature
By Rob Doddemeade

When it comes to design elements, few areas area as exciting and challenging as landscape design and blending one’s creativity harmoniously with Mother Nature.



Indeed, the lay of the land can inspire your imagination to follow nature itself; but do it in a balanced way that integrates leisure areas with minimal impact on the environment, while at the same time capitalizing on all that mother nature has to offer.

New innovative building materials are opening up new eco-friendly and cost-efficient opportunities. Reinforced concrete, stone cladding ‘batu sikat’, wood and steel construction all offer exciting design possibilities. Orientation to the harsh elements of nature, and harnessing energy efficiency, are all important concept factors these days.



People often ask me why I write about design; and indeed, all forms of designs that touch our lives in so many ways…not just in terms of art and architecture. For me, the answer is simple. Most of the time, we all live in a man made environment; your home, your office , hotels, restaurant and bars, and especially in your car, in Jakarta. Almost everything surrounding you has been invented and designed by someone else, and I’d like to dwell on this important point for a moment.

Some person at some time engaged in a creative act, and the sum total of those acts makes up the world you live in. This applies not only to your physical environment but your mental one as well-your mind is filled almost entirely by symbols formed by creative persons.

Consider what these creative products are made from. Very simple things; things that existed in nature, now combined into new patterns. The chair you sit in did not exist in the tree and resinous substances from which the materials came; but in the mind of the creative  person who designed and constructed it from natural raw materials.



The same can be said for the very floor, walls, drapes and ceiling that surround you. All are patterns formed by creative persons who found new combinations for quite simple and ordinary things. The essence of the creative act is to look beyond what exists in its raw state and ask; “What if” and “Why not?” It is this kind of thinking that shapes the world we live in.



Of course, not all these thoughts have been good for our environment: the clearing of rainforest and tampering with nature, is causing the extinction of many animals and mammals. Toxic gases from industries and carbon fuel emissions from traffic – all man made -  are polluting our world, destroying the ozone layer and increasing global warming. More inventions and creative solutions, like solar energy, wind-power and safer alternative fuel sources, are required, if we are to save our planet.

Minggu, 11 September 2011

Maxxi Museum Roma

Modern Side of Rome

Oleh Kevin

Selama ribu tahun, ratusan bahkan ribuan arsitek telah menghias Roma dengan berbagai mahakarya belatar belakang sejarah menarik yang masih dapat anda saksikan hingga saat ini. Ada bangunan yang disempurnakan oleh arsitek selama beberapa generasi seperti Pantheon dengan kubahnya yang unik karya Cocceius Auctus dan disempurnakan oleh Apollodorus. Ada juga Palazzo della Cancelleria, istana bergaya renaissance pertama yang sebagian bahan bangunannya diambil dari reruntuhan Teater Pompeii. Peruntukan bangunan pun berubah-ubah mengikuti jaman, seperti Colloseum yang pada awalnya dibuat untuk pertunjukkan tarung gladiator kemudian berfungsi sebagai gereja, kuburan, bahkan benteng pertahanan.

Masing-masing bangunan menjadi penanda kejayaan sebuah era dan memberikan karakter tersendiri pada kota abadi ini. Mengerti akan pentingnya Roma dalam peta arsitektur dunia, Zaha Hadid, arsitek wanita kelahiran Iraq yang terkenal dengan beragam karyanya yang asimetris dan spektakuler, memberikan sebuah mahakarya berupa sebuah bangunan museum untuk warganya. Dari luar Museum Maxxi tampil dengan garis sederhana, tidak mengikuti kaidah arsitektur tertentu. Namun kejutannya akan anda temukan ketika anda masuk ke dalam museum yang baru dibuka pada Mei 2010 lalu. Struktur bangunan yang unik membuat cahaya matahari dapat masuk dengan leluasa memberikan penerangan hampir disetiap sudut bangunan. Tangga yang terbuat dari logam menghubungkan lobi dan berbagai galeri dengan alur yang tidak beraturan menghasilkan efek sinematik. Walaupun hanya terdiri dari beberapa galeri, museum yang didedikasikan untuk seni dan arsitektur ini telah memiliki beragam koleksi penting karya perupa modern seperti Anish Kapoor, Gino De Dominics dan William kantridge serta karya arsitek ternama seperti Carlo Scapa dan Vittorio de Feo dalam berbagai bentuk dokumentasi seperti foto, gambar dan model. Karena keunikannya Zaha Hadid memperoleh penghargaan World Building of the Year dari World Architecture Festival tahun lalu. 


Mengunjungi gedung dengan dominasi warna hitam, putih, dan abu-abu yang terbagi dalam lima struktur ini akan membuat anda memahami Roma yang selalu dapat beradaptasi dengan perputaran roda jaman.





MAXXI NATIONAL MUSEUM OF XXI CENTURY ARTS,  via Guido Reni, 4 A 00196 Roma, tel. +39 06 3996 7350, e.mail : info@fondazionemaxxi,it atau www.fondazionemaxxi.it/en


Jumat, 09 September 2011

Inspirasi | Abun Sanda

Membangun Harmoni Di Kota

Oleh Abun Sanda, executive summary by Kevin

“Anda ingin mencoba sepeda ini?” tanya Ron Steward ketika saya mengamati sepedanya sampai lima menit. “Cobalah pakai, daripada dikau hanya terpesona saja,” ujar official di Washington DC ini sambil terbahak, baru-baru ini.



Saya kemudian mengendarai sepedanya. Wah enak betul, memacu belasan kayuhan dengan tenaga penuh, sepeda sudah meluncur seratus meter. Kayuhan terasa ringan tetapi sepeda melaju cepat, seolah tidak hirau dengna berat badan yang duduk di atas sadel sepeda. Ron memenmai sambil bercakap-cakap tentang Kota Washington DC yang sangat menjaga harmoni antara manusai dengan alam.


Kami menyusuri jalan-jalan di Washington DC yang sebagian di antaranya datar. Kami menghindari beberapa jalan yang anaik turunnya lumayan menukik, untuk menjaga stamina. Maklum, kereta tua mesti pintar menyimpan energi. Kami berkeliling, diantaranya melewati Gedung Watergate, Gedung Putih, Gedung Capitol, Dupont Circle, dan berhenti tepat di depan Gedung Washington Post. Pada sore hari, gedung berwarna cokelat itu tampak senyap. Lalu lintas di seberang kantornya lengang.


Saya merasakan kenyamanan luar biasa ketika bersepeda di Ibu Kota negeri Adidaya ini. Panas sudah tidak menyengat, karena musim  panas sedang menuju awal musim gugur. Tak lama lagi dingin akan terasa dan daun-daun perlahan akan  menguning, kecokelatan, kemerahan, dan perlahan pohon-pohon akan tiada henti meluruhkan daun-daunnya hingga gundul. Yang lolols dari penggundulan massal tersebut hanya beberapa jenis, diantaranya poon pinus.


Lalu lintas di Washington, seperti lazimnya lalu lintas di negara-negara indsutri, sangat tertib. Para pesepeda tidak takut dihardik dengan klakson mobil. Bmereka tidak takut diseruduk sepeda motor sebagaimanan tampak di DKI Jakarta. Para pesepeda di sini melaju  dengan nyaman, meluncur damai bersama mobil-mobil mewah di jalan raya. Terasa seperti  ada “dirigen” yang mengatur lalu lintas itu, sehingga semuanya serba mengalir, tertib, dan elegan. Sesekali terlihat para pesepeda iseng menggunakan lebarnya trotoar kota untuk melaju ke kawasan tertentu.


Saya tidak heran kalau banyak eksekutif AS, perempuan atau lelaki, suka naik sepeda. Pulusi tidak mengganggu, tubuh tidak terlampau keringatan, pemandangan di kiri dan kanan jalan sangat memesona. Gedung-gedung di ibukta AS ini memang umumnya terdiri dari enam samapi dua belas lantai. Namun, karena terawat dan arsitekturnya menawan, pemandangan yang melekat di mata menjadi fantastik. Taman kota, juga patung-patung yang tegak di banyak tempat, sedap dipandang mata.


Mungkin karena suasana yang nyaman, udar yang tidak polutif, perempuan yang bersepeda umunya mengenakan celanan pendek. Rok dan blazer juga terlihat dikenakan. Para lelaki mengenakan sepatu kulit, pakainan lengan panjang atau jas beserta dasinya. Sayang tidak semua bersedia menggunakan helm. Mungkin mereka berpikir hal-hal yang praktis saja, atau mereka sangat percaya diri, tidak akan ditabrak mobil. Atau, kalaupun tersungkur dari sepeda, tidak akan berakibat fatal. Namun, apa pun alasannya, apa pun latar belakangnya, helm tetap wajib dipakai. Kepala manusia bukan terbuat dari baja. Terbentur keras, fatal akibatnya.


Tidak adil rasanya kalau membandingkan kenyamanan bersepeda di Washington DC atau Chichago, atau New York, atau Los Angeles, dengan DKI Jakarta atau Surabaya, dan Makasar. Situasi, iklim, dan kondisi lalu lintasnya sangat berbeda. Disiplin par pengguna jalan di sana sangat tinggi, tidak bisa dibandingkan gaya berkendara warga DKI Jakarta, Surabaya, Makasar. Pula itngkat pulusi di kota-kota di Indonesia kin makin tinggi, dan makin memuakkan. Bukan kesehata yang diperoleh dari bersepeda, tetapi potensi gangguan kebersihan paru-paru.


Akan tetapi, pemegang otoritas kota-kota di Indonesia seyogyanya menempuh kebijaksanaan yang antipolusi tinggi. Peraturan dihadirkan untuk membeku pengendara yang sesukanya membuang polusi yang mengancam jiwa manusia. Ini soal mau atau tidak mau, konsisten pad keberpihakan lingkungan bersih atau tidak.


Kota-kota di Indonesia akan mudah melakukan hal ini, apabila kepala pemerintahannya mempunyai tekad baja mengahadirkan lalu lintas yang tertib, tingkat polusi yang dapat ditoleransi, serta jalur khusus sepeda. Ini sungguh soal komitmen, kemampuan mewujudkan gagasan di lapangan, serta kompetensi melahirkan inovasi dan kreasi.


Menata lalu lintas, membangun infrastruktur, melahirkan peraturan tentang polusi hanyalah bagian kecil dari tugas pemegang otoritas kota. Ini “mudah” dilakukan, kalau pemerintah memiliki kompentensi, kesungguhan bekerja dan nyali


Kamis, 25 Agustus 2011

Info Properti

Melihat Bali, Surga Properti

oleh Kevin

Bali berhasil mengukuhkan dirinya sebagai surga wisata selama lebih dari dua dekade. Bali pula yang membawa nama Indonesia lebih jauh merengkuh ujung dunia. Selain itu, di Bali, kita bisa melihat perkembangan masif modernisasi yang melebur dalam balutan budaya kental yang masih dipegang teguh masyarakatnya.Semoga


Disadari atau tidak, peleburan sempuran itulah yang mendjadikan Bali selalu mempunyai penggemar tetap. Setiap wisatawan yang berkunjung bisa tetap merasakan kenyamanan khas sentuhan urabn, sekaligus menikmati budaya unik yang belum tentu bisa ditemui di tanah kelahirannya.


Bukan hanya bagi wisatawan mancanegara, wisatawan lokal pun tak kalh memadati Bali. "Kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara trennya tubuh setiap tahun," terang Corporate Communication Metropolitan Land Tbk.

Terus Bergerak

Periode Januari-Maret 2011 pun menunjukkan peningkatan wisatawan dari mancanegara, sebesar 10,70 persen, sebagaimana dilansir dari situs sebuah suratkabar, senin (9/5), merujuk data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bali.


Dari data tersebut, Australia menempati urutan teratas sebagai pemasok wisatawan mancanegara terbesar, yaitu sebesar 24,85 persen dari total wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. Total wisatawan dari Australia meningkat 28,89 persen dibandingkan tahun lalu.

Hal itu antara lain karena masyarakat Australia menganggap Bali sebagai rumah kedua. Selain Australia, negara terbanyak memasok wisatawan mancanegara ke Bali adahlah China, Jepang, Malysia, Korea Selatan, Taiwan, Rusia, Inggris, Singapura, Perancis, dan Amerika Serikat. Tak sedikit di antaranya yang menyambangi Bali dalam waktu lama.

Akomodasi jelas menjadi sekrtor penting untuk mendukung hal tersebut, terbukti, permintaan kamar terus meningkat. Kini menginap di Bali bisa bebas memilih, mulai dari kelas melati, hingga resor mewah yang ditata cantik. Ada yang dikembangkan dengan sentuhan kahs bagi para backpacker, ada yang ditunjukkan bagi pebisnis. Penginapan memang ada begitu banyak, tetapi bukan perkara mudah mendapatkan kamar kosong untuk dihuni. Telebih pada musim liburan.

Di Seminyak, misalnya, yang merupakan salah satu area favorit dan "wajib" dikunjungi di Bali. Area yang kini dipadati oleh berbagai restoran, tempat belanja dan pernak-pernik khas Bali, serta hiburan ini juga menjadi area favorit bisnis perhotelan.

Seminyak pun merupakan salah satu area di Bali dengan tingkat okupasi tertinggi, sehingga tak heran jika di sini bisa dtemui beragam hotel dengan jenis dan kelas tersendiri.

Wisatawan yang menetap di Seminyak pun punya karakteristik tersendiri. Kebanyakan di antaranya bukanlah kelompok backpacker, tidak sensitif dengan isu travel warning dan lainnya, serta memiliki karakter hobi tertentu. Yaitu senang berlibur, menganggap surfing sebagai bagian dari gaya hidup, dan senang bergaul serta menikmati minuman maupun makanan yang sedikit berkelas.

Crowd yang tinggi dengan lokasi strategis, jelas membawa Seminyak menajadi madu bagi bisnis perhotelan. Dalam waktu dekat pun akan hadir hotel bintang tiga, yaitu Horison Seminyak, yang bisa menjadi pilihan baru bagi wisatawan , sekaligus pasa baru bagi investor.

Investasi Menguntungkan

Berbeda dengan linnya, Horison Seminyak merupakan hotel strata, yang serupa kondotel. perbedaannya hanya terletak pada desain ruangan. Jika kondotel tak lain adalah sebuah kondominium-dengan pembagian ruang yang jelas, mulai dari ruang tamu,dapur,ruang makan,kamar tidur-y6ang dioperasikan secara hotel, maka hotel strata seperti layaknya unit hotel biasa.

Sitem ini memang tak pernah kehilangan peminat sejak meledak pada tahun 2000-an dan menajdi salah satu bentuk investasi yang menjanjikan. Di Indoneisa, "Kondotel yang sukses itu di Bali. Karena tingkat okupasi rata-rata yang selalu tinggi," tega Director Business Development Metropolitan Land Tbk. Itu sebabnya, kondotel masih terus bermunculan memenuhi dataran Pulau Dewata tersebut.

Director Business menambahkan, bagi investor, ada banyak hal menguntungkan dari sistem tersebut. Yang utama adalah modal investasinya cepat kembali dengan rental guarantee yang pasti dikantongi setiap tahunnya dan kenaikan nilai aset per tahun yang besar.

Pada akhir tahun, keuntungan dari pendapatan kamar hotel secara keseluruhan aka ndibagi per unit satuan-proporsional unit. Yang memiliki unit besar, tentu aka nmendapat bagi hasil yang lebih besar. Yang jelas, meski kamar kosong, investor akan tetap mendapat keuntungan.

Opersional sehari-hari pun dilakukan oleh operator hotel berpengalaman yang kan mengatur segal sesuatunya, termasuk mencari pasar untuk menyewa kamar.

Anda tak perlu lagi pusing soal biaya pemeliharaan ataupun mengurus PBB karena pihak operator yang akan mengurusnya. Yang perlu diperhatikan selanjutnya, mengingat kondotel bukan merupakan investasi kecil, adalah menilik beragam faktor pendukungnya.

Yang utama adalah kredibilitas operator yang digandeng pengembang untuk menjalankan manajemen opersional sehari-hari. Sesuai namanya, Horison Seminyak, menggandeng Horison yang sudah lebih dri tiga dekade berkutat dalam bisnis perhotelan di Indonesia. Hotel miliknya kini bisa dtemui di Jakarta, Semarang, Palembang, Makasar, hingga di Hanoi, Vietnam.

jaringan hotel yang dimilikinya itu pun memberi keuntungan tersendiri dari sisi pemasaran karena dapat memanfaatkan jejaring yang telah terbentuk.

Horison Seminyak sendiri memberi rental guarantee sebesar delapan persen per tahun tuntuk tiga tahun pertama. Memasuki tahun keempat, baru dibagi sesuai proporsional unit.

Menurut rencana selesai pad tanggal 12 Desember 2012, Horison Seminyak menempati lokasi yang amat strategis. Tepat berada di Jlan Double Six, Seminyak,yang tak jauh dari tempat makan yang sedang menjadi perbincangan, maupun pantai.

Dengan hanya 156 unit kamar, juga menjadi nilai positif lainnya. "Karena terbatas, maka secondary market nya pasati tidak turun, karena harganya pasti tidak obral. Makin langka, kan makin banyak yang cari.


Setiap investor pun berhak mendapat 21 point setiap tahunya yang bisa dimanfaatkan untuk menginap di htel Horison Seminyak maupun digunakan di jaringan Hotel Horison lainnya.

Berminat? Proyek Hotel strata pertama dari Metropolitan Land ini diluncurkan ke pasar pada tanggal 9 Mei 2011 lalu, di Senayan City. Segeralah tilik sebelum kehabisan, dan reguk tiap manfaat yang datang.

Rabu, 13 Juli 2011

Info Properti

Merambah Negeri Singapura

 

Oleh Kevin


Dengan jarak yang cukup dekat dari Tanah Air, singapura menjadi destinasi utama bagi warga Indonesia yang ingin berelaksasi dan sekadar mencari penyegaran. Cukup dengan memanfaatkan akhri pekan, sebuah petualangan berpelesir dan berbelanja bisa segera dinikmati. Ternyata tak Cuma itu, bagi sebagian warga Indonesia lainnya, Singapura adalah lahan hijau untuk berinvestasi.



Apalagi kalau bukan properti. Bahkan, Indonesia menjadi pembeli asing terbesar properti di Singapura.

Titik-titik strategis di singapura yang menjadi tujuan utama berwisata pun tak kalah menjadi incaran. Terlebih, Singapura kini juga banyak mengembangkan hunian premium yang tak hanya memberi  kemewahan, tetapi juga sebuah pengalaman tersendiri dalam berhuni.

Kemewahan Di Tepi Laut



Tengok, misalnya kawasan Marina Bay, singapura, yang telah menjadi kawasan elite dan membuka diri bagi setiap orang untuk mengeksplorasi tiap sudutnya. Marina Bay pun dikenal sebagai pusat hiburan, pusat bisnis, dengan fasilitas lengakap dan infrastruktur yang memadai. Ara perkantoran berdiri berdampingan dengan apartemen-apartemen kelas wahid serta diselingi area hijau

Marina Bay pun telah menjadi kalung atraksi kelas dunia, dengan kehadiran The Singapore flyer, Esplanade, Museum Artscience, dan Marina Bay Sands. Sementara itu, Grand Prix Formula I singapura juga diselenggarakan di sini, pun parade hari kemerdekaan ataupun perayaan akhir tahun.



Tak heran jika banyak pengembang akhirnya berlomba-lomba membidik kawasan ini. Salah satunya adalah tiga pengembang terkemuka Aisa, yaitu Cheung Kong (Holdings) Limited, Hongkong Land, dan Keppel Land Limited yang berkolaborasi mendirikan Marina Bay Suites. Hunian premium di tepi laut ini membawa sebentuk kemewahan dalam berhuni dengan desain arsitektur dan interior kelas dunia. Siluet dan balkon Marina Bay Suites dirancang oleh Kohn Pederson Fox, desainer ternama dunia yang berbasis di New York.



Hunian premium ini pun membidik jantung Marina Bay, tepatnya di Marina Bay Financial Centre (MBFC), kawasan terbesar dengan pengembangan terlengkap di pusat kota marina Bay. Memiliki luas 3,55 hektar, MBFC terdiri dari tiga gedung perkantoran kelas A dengan area sekitar 3 juta kaki persegi. Marina Bay Residence, Marina Bay Suites, dan Marina Bay Link Mall.

Terinspirasi dari Bryant Park di New York, hadir pula The Lawn Marina Bay, sebuah taman luas yang menjadi paru-paru kawasan sekaligus oase bagi para pebisnis, penghuni, sekaligus pengunjung di sekitar area.

Kawasan perkantoran di sekitar MBFC pun telah diisi oleh perusahaan-perusahaan multinasional. Marina Bay sendiri mudah diakses melalui stasiun Raffles Palce Mass Rapid Transit, serta akan hadir stasiun MRT dan beberapa kunci transportasi lainnya.

Dengan tinggi 66 lantai, menurut rencana Marina Bay Suites selesai digarap pada tahun 2013. Meski belum resmi diluncurkan di Singapura, melalui dua preview ekslusif Marina Bay Suites telah laku terjual lebih dari 60 persen. Ada dua pilihan yang tersedia, yaitu dengna tiga kamar tidur dan empat kamar tidur yang memiliki ukuran ruangan 146 hingga 250 meter persegi.

Directur Raffles Quay Asset Management, manajer asset dari seluruh pengembangan MBFC juga menambahkan, ada kebutuhan dari kalangan profesional untuk mencari hunian jangka panjang dengan kemudahan dan kenyamanan di area Marina Bay. Tak sedikit pula para investor yang mencari Marina Bay Suites demi pengalman berhundi di tepi laut dengan sentuhan khas.

Penasaran seperti apa? Tak ada salahnya menilik pameran Marina Bays Suites, yang sekaligus untuk pertama kalinya memperkenalkan hunian premium tersebut di pasar Jakarta. Ada beberapa unit lantai atas, serta tiga unit penthouse ekslusif yang ditawarkan selama pameran tanggal 16-17 Juli 2011, di Hotel Grand Hyatt, jakarta.

Hunian Terbaik Di Marina Bay

Singapura adalah tempat investasi ral estate terbaik di Asia Tenggara karena merupakan sala hsatu negara dengan GDP perkapita tertinggi di dunia saat ini. Dan tepat di tengah marina Bay kota terkini yang menarik minat masyarakat Asia inilah Marina Bay Suites berada. Condominium  megah dengan pilihan 3 dan 4 kamar tidur ini menawarkan hunian di tepian laut dengna segala kelebihan yang tak tertandingi di Central Bisnis Distrik yang paling bergengsi di singapura.



Merupakan hunian tertinggi, 66 lantai di Kawasan Wisata Terpadu terbesar di Singapura, Marina Bay Financial Center.
Hanya 18 menit dari Changi Airport
Terdiri dari unit 3 dan 4 kamar tidur yang mewah
Tersedia fasilitas rekreasi yang dirancang lengkap dengan sky lounges dan sky cabanas dengan pemandangan yang memukau.
Dilengkapi dengan fitting dan perlengkapan dapur bermutu tinggi.
Untuk informasi lebih lengkap , kunjungi websitenya di www.marinabaysuites.com , siapa tahu anda siap menjadi warga bisnis dunia sekelas multinational business.

Kamis, 07 Juli 2011

Inspirasi | Abunsanda

Sumber Daya Manusia, Konsep, Dan Nyali
Executive summary by Kevin

ADA hal yang amat menarik dikaji dari gaya kempeimpinan Trihatma Kusuma Haliman, pemimpin Grup Agung podomor. Pria setengah baya yang selalu menggunakan pakaian sederhana ini dikenal sangat tegas dank eras. Namun, dibalik ketegasan sikap itu tersimpan totalitas dalam bekerja, nyali yang menggetarkan, kreativitas, serta kearifan yang mengagumkan.

Beberapa aspek tersebut memberi warna pada grup usaha yang ia pimpin. Ia, misalnya berani membangun Senayan City persis di seberang Plaza Senayan, keberanian ini mencengangkan karean plaza senayan ketika itu merupakan salah satu mal terbaik di Asia Tenggara. Tetapi, fakta kemudian yang berbicara, Senayan City kini sala hsatu mal paling disukai warga ibu kota dan warga dari kota lain.

Nyali Trihatma juga tampak ketika ia berani membangun Mall of Indonesia(MOI) di kelapa gading, padahal sudah terdapat beberap mal besar di sana. Tetapi, toh MOI sukses besar. Belakangan ia membangun Central Park yang terletak antara dua mal ramai, Mal Ciptura dan Mal Taman Anggrek. Banyak yang mengingatkan Trihatma agar berhitung lagi masuk ke panggung yang sangat sesak petarung hebat. Tetapi, ia berjalan terus. Dan, kenyataan yang menghebohkan muncul, Central Park laris manis, begitu pula perkantoran dan apartemennya. Kini tidak kurang dari 500 gedung tinggi ia bangun di wilayah jabodatebek.



Apa rahasia di balik kesuksesan ini? Trithatma tertawa ketika ditanyakan hal ini. Ia menyatakan, semua ilmu ekonomi menerangkan bagaimana berbisnis, bagaimana mengendalikan perusahaan, bagaimana mengani sumber daya manusia, bagaimana mengemas marketing. Anak-anak sekolah juga diajarkan teknik penjualan, lobi, pengembangan kreativitas dan sebagainya. Namun, bagaimana mempraktikannya di lapangan. Bagaimana menjadi saudagar dengan keahlian khusus, memang membutuhkan talenta, kreativitas, inovasi dan nyali besar.

Dalam percakapan rileks dengan Trihatma di ruang kerjanya yang resik, ia bertutur bahwa sebuah perusahaan pertama-tama harus mempunyai sumber daya manusia yang berkelas. Sebuah perusahaan property, juga perusahaan di bidang lain, harus mempunyai Sumber Daya Manusia prima. Dengan Sumber Daya Manusia yang  berkualitas, perusahaan ini mudah melakukan inovasi, terobosan, dan kreativit mengemas program. Dengan Sumber Daya Manusia yang bagus, pengembang mudah memilih lokasi yang strategis. Ini sebabnya mengapa Trihatma selalu menyatakan bukan lokasi yang menjadi factor nomor satu dalam perusahaan property, melainkan Sumber Daya Manusia.



“ Dengan Sumber Daya Manusia yang baik, lokasi terbaik akan mudah ditemukan. Deal mendapatkan lokasi juga bisa dilakukan oleh sumber Daya Manusia yang keren,” ujar Trihatma di Jakarta baru-baru ini. “Konsep brilian tentang sebuah proyek juga tergantung pula pada Sumber Daya Manusia. Itu sebabnya mengapa saya selalu saya sebutkan bahwa mendapatkan Sumber Daya Manusia yang baik itu amat beruntung. Wah hoki betul.”

Dalam konteks itu, Trihatma menyatakan sulit mendapatkan Sumber Daya Manusia yang baik, sebab dia bekerja untuk kita. Kini mencari seorang GM saja amat tidak mudah.



Lihatlah, mengapa Singapura maju? Karean Sumber Daya Manusia nya berkualitas. Soal Sumber Daya Manusia inilah yang sanat diperhatikan sejak Singapura berdiri, semua warga dididik dengan pendidikan yang baik.

Hal kedua, tutur Trihatma adalh konsep. Sebuah konsep selalu mesti baik benar, dan terbaik. Ini menentukan sukses tidaknya sebuah proyek. Tetapi, jangan pernah bermimpi menyontek konsep yan sukses. Sebab bisa jadi konsep A, misalnya, sangat brilian di London, tetapi belum tentu akan brilian juga di Jakarta. Untuk Agung Podomora, misalnya, di tempat ini boleh jadi sukses dengan konsep lingkungan, tetapi di tempat lain belum tentu sukses. Aspek demografi yang berbeda dan selera public mesti sangat diperhatikan.

Factor lain yang menarik adala hbagaimana mengemas sebuah proyek dengan totalitas kerja, dengan intuisi dan segenap kreativitas. Jangan pernah setengah-setengah dalam bekerja. Slain itu, segenap Sumber Daya Manusia, termasuk pemimpin perusahaan harus pandai menciptakan value dari sebuah proyek. Kalau proyek itu memiliki value atau sebutlah keunggulan komparatif yang menonjol disbanding proyek milik usahawan lain, proyek itu mudah direngkuh public.

Filosofi bisinis yang disukai Trihatma rupanya “sederhana”. Ia bersandar pada tiga C, yakni Cuan (untung), Cengli (fair), dan cincai (tidak sekadar mencari untung, tetpi juga bebelas, bersikap dermawan, atau bisa berbagi). Dengan filosofi ini, Trihatma menyatakan ia merasa ada keseimbangan dala mhidup berbisnis. Ia tidak hanya mengejar omzet dan laba, tetapi menjalankan bisnis dengan dengan etika tinggi, kerja dengan etos luar biasa serta tidak mengabaikan nilai-nilai humanisme, tidak melihat profit sebagai “segala-galanya”, ada nilai luhur dalam berbisnis yang harus diketahui pada pelaku usaha.

Hal ketiga adalah lokasi. Uang untuk menopang sebuah proyek boleh jadi amat besar, tetapi lokasi untuk berbisnis yang strategis dan memiliki nilai dominant juga penting.

Keempat adalah nyali. Seorang pebisnis mutlak mempunyai nyali. Dengan nyali, seorang pebisnis mampu mengambil prakarsa bisnis yang cemerlang. Lompatannya amat jauh dan mencengangkan.

Soal nyali ini sudah dibuktikan Trihatma dengan membangun Senayan City, Central Park, MOI, dan sejumlah proyek lain .semua mal ini dibangun “di lokasi sangat keras”, tetapi grup usaha ini mampu menunjukkan kualitasnya sehingga mampu meraih bintang.