Rabu, 09 September 2020

LANGGAM PROPERTI

Mebel Ramah Lingkungan
By Kevin
Kondisi hutan premier di Indonesia semakin tergerus penebangan liar dan alih fungsi lahan yang merugikan. Bayangkan saja, melansir National Geographic Indonesia, data yang dihimpun para peneliti dalam jurnal Nature Climate Change memperlihatkan, selama 2000-2012, tutupan hutan di Indonesia berkurang 15,79 juta hectare. Seluas 6,02 juta hectare di antaranya atau 38 persen adalah hutan primer.
PARA  peneliti menemukan, tingkat hilangnya huta primer melonjak pesat dalam periode pengamatan. Itu mencapai 840 ribu hectare per tahun pada 2012 – hampir dua kali lipat tingkat deforestasi di Brasil, yaitu 460 ribu hectare pada tahun yang sama.
Hutan primer atau hutan purbakala berbeda dari hutan yang dikelola. Hutan yang dikelola sengaja ditujukan untuk penyediaan kayu dan bahan kertas. Sayangnya, meski sudah ada hutan yang diperuntukkan sebagai sumber bahan baku kayu dan kertas, hutan primer tetap saja dikikis oleh penebangan liar.
Penebangan liar sering terjadi di huta primer karena di pepohonan yang tumbuh umumnya berumur tua dan kayunya dianggap bernilai jual tinggi. Padahal, pohon-pohon tua menyimpan lebih banyak emisi karbon dari atmosfer dibandingkan yang kayu muda. Untuk periode yang lebih lama, pepohanan yang tua dapat menanggulangi efek pemanasan global.
Menyadari hal tersebut, ada baiknya kita memanfaatkan kayu-kayu bekas untuk diolah kembali. Hal ini dilakukan agar kayu bekas tersebut dapat digunakan lagi menjadi barang lain yang lebih fungsional, seperti mebel.
Mebel yang menggunakan kayu bekas atau kayu limbah biasa disebut dengan reclaimed furniture, jangan menilai buruk karena dengan polesan kreatif, kayu limbah dapat berubah menjadi mebel serbaguna yang tampilannya lebih kreatif dan indah.
Reclaimed furniture terdiri atas beberapa jenis .seperti reclaimed boat furniture atau kakyu bekas kapal nelayan. Reclaimed pine furniture atau palet kayu pinus impor dari Brasil dan Selandia Baru, Reclaimed teak root atau akar tua kayu jati yang berasal dari gunung kapur. Reclaimed teak branch furniture atau bahan dari ranting kayu jati. Adapun reclaimed take furniture menggunakan bahan dari bongkaran rumah.
Hakikat mebel kayu bekas atau limbah terletak pada pemanfaatan kayu yang sudah tidak lagi dipakai. Intinya, mengurangi penggunaan kayu baru agar pohon tidak ditebang. Cara ini merupakan konsep green furniture. Ketika bertanya soal harga, jangan anda anggap remeh karena harga mebel dari limbah kayu ini juga dapat melambung tinggi. Semuanya kembali bagaimana cara sang desainer mebel berkreasi agar kayu bekas terlihat lebih menarik, bagus, dan fungsional. Tren mebel dengna *eco-label atau produk berwawasan lingkungan menjadi produk yang mulai banyak dicari saat ini.
Hal ini dapat pula kita terapkan untuk keperluan mebel di rumah. Kayu-kayu bekas dapat kita gunakan kembali menjadi tatakan temapt tidur, ayunan, meja santai di halaman rumah, coffe table, rak majalah, rak sepatu, dan perabotan kreatif lainnya. Dengan memanfaatkan kayu bekas, kita dapat mengganti suasana rumah atau menambah sedikit gaya rustic ke dalam rumah. Yuk, kita coba.
*Eco Label : Pengertian Ecolabel berasal dari kata eco yang berarti lingkungan dan label yang berarti tanda atau sertifikat. Jadi, ecolabel dapat diartikan sebagai berbagai kegiatan pemberian sertifikat yang mengandung kepedulian akan aspek-aspek yang berkaitan dengan unsur lingkungan hidup.