Senin, 08 Agustus 2022

ORNAMEN|Sofa

Sofa yang Menyesuaikan Selera
By Kevin
#retro minimalitst sofa design
SEORANG praktisi furniture pernah bercerita kepaa penulis, bila ingin menata perabotan dalam suatu ruangan, sebaiknya tentukan dulu model dan warna sofa yang akan diletakkan. Sofa, katanya, menjadi titik perhatian pasa suatu ruang.
Di Koran-koran dan majalah prestisius, kita sering melihat iklan sejumlah sofa berselera tinggi. Kadang bila melihat harganya, kita sering dibaut geleng-geleng kepala dan bertanya, adakah terangan yang mau membeli sofa semahal itu?
Akan tetapi, bagi orang-orang yng secara sandang, pangan, dan papan sudah leibh dari cukup, sofa atau furniture menjadi salah satu alat untuk memenuhi kebutuhannya akan selera. Semakin mahal sofanya, makin tinggi pula derajatnya melambung. Jadi, tak perlu heran bila sofa-sofa mahal itu tetap laris manis.
Ibarat wanita yang butuh memoles diri agar tampil cantik dan menawan, sofa pun butuh polesan yang dihadirkan lewat kain pelapisnya. Kain pelapis ini akan semakin menunjang pamor sofa yang sebenarnya sudah elegant dan mengesankan itu.
Di Jakarta, ada sejumlah toko furniture yang berusaha membantu konsumennya untuk mendapatkan sofa-sofa yang sebelumnya hanya ada dalam impian. Selain menyediakan berbagai jenis sofa, toko-toko itu juga menyuguh ratusan model kain pelapis yang bisa dikombinasikan secara serasi dalam ribuan model paduan.
Konsumen cukup datan ke toko, lalu memilih model sofa yang diinginkan, kemudian mencari motif dan warna kain pelapis yang selama ini diidamkan. Bila konsumen bingung untuk menentukan warna dan motif kombinasi, pada toko-toko itu umumnya sudah tersedia catalog kombinasi untuk setiap jenis da ncorak kain pelapis.
Bila konsumen telah  membuat keputusan, toko akan menggarap sofa pesanan selama beberapa bulan. Tempo pengerjaan ini memang terasa agak lama, mengingat bahan yang digunakan berkualtias tinggi, sehingga pihak toko pun amat berhati-hati dan memperhatikan setiap detail komponen sofa.
Sofa dan kain pelapis yang digemari saat ini umumnya diimpor dari Amerika. Dibanding Eropa, furniture produk Amerika lebih digemari karena memiliki keluasan konsep dan paduan saat diterapkan dalam suatu ruangan.