Senin, 24 Maret 2014

Gaya Pendopo percantik Rumah

Oleh Kevin


Identik sebagai bangunan khas Jawa, pendopo menghadirkan atmosfer tersendiri kala ditletakkan di halaman rumah. Ada kehangatan, keterbukaan, dan keakraban yang terpancar dan mencerminkan sang pemilik rumah.

PENDOPO merupakan sala hsatu bangunan wajib dalam rumah tradisional jawa. Bentuknya bisa bulat atau kotak, diletakkan di depa nrumah dan digunakan untuk emnerima tamu, menggelar acara, atau menjadi tempat kerja. Pendopo juga dimanfaatkan sebagai tempat untuk latihan karawitan dan menari.

Disebutkan, arsitektur pendopo ini telah dikenal selama berabad-abad lamanya. Relief Candi Borobudur juga ada yang menggambarkan kehadiran pendopo dalam kehidupan masyarakat. Demikian pula di reruntuhan kompleks Candi Boko yang beridiri sejak abad ke 9, terdapat jejak-jejak berkas didirikannya sebuah pendopo.

Lantas, bagaimana fungsinya kala dihadirkan di rumah modern? Pendongkrak estetika sekaligus fungsional.

 Pendopo di halaman depan rumah tak hanya mengentalkan gaya etnik di rumah, tetapi juga bisa menajdi area sosialisasi dengan keluarga maupun tetangga. Bangunan ini menjadi media untuk menciptakan kerukunan dengan masyarakat sekitar maupun hubungan antaranggota sendiri. Sekadar  mengobrol sembari menikmati hidangan kopi dan camilan di pendopo, sudah mampu mencairkan kekakuan antarpribadi.

Kekuatan sebuah pendopo terletak pada gaya arsitekturnya sehingga anda tak perlu bersusah payah mendandaninya lagi. Yang perlu diperhatikan tinggal soal kenyamanan, sesuai fungsinya. Jika diperuntukkan sebagai t empat bersantai bersama keluarga, sebaiknya anda hadirkan kursi yang nyaman untuk diduki dalam waktu lama.

Sofa dengan material kayu yang dilapisi busa empuk cukup untuk memberi kesan modern tanpa mengesampingkan unsur etnik. Agar area tetap terasa lapang, sebaiknya anda gunakan meja kecil di sisi kiri atau kanan kursi, alih-alih menggunakan meja panjang. Beberapa orang juga menyiasati dengan menggunakan kursi santai dengan dudukan langsung di atas lantai, sehingga kaki bis dipanjangkan dengna leluasa di atas lantai.

Dengan sirkulasi udara dan cahaya yang amat baik, pedopo pun bisa difungsikan sebagai ruang membaca, yang jauh dari keramaian di dalam rumah.

Senin, 17 Maret 2014

Ken Yeang, Sang Arsitek Ekologi

Teks asli oleh Ren Katili (Kompas 6 Desember 2013), disajikan kembali oleh Kevin



“I’m an ecologist first, an architect second.”


Pria bernama lengkap Kenneth Yeang yagn dikenal sebagai ahli ekologi dan arsitek ini lahir di Penang, Malaysia 65 tahun silam. Dialah arsitek di Asia yang paling konsisten membawa angin perubahan dalam pembangunan berwawasan lingkungan. Hasil karyanya tidak hanya di Asia, tetapi juga berdiri di daratan Eropa dan Australia.


Alam merupakan sumber inspriasi terbesar Ken. Hal ini tampak pada karya-karya arsitekturnya yang selalu mampu beradaptasi dengan alam sekitar. Bagi Ken, sebuah karya arsitektur itu bukan merupakan sebuah obyek yang independen, melainkan bangunan yang berintergrasi dengan baik terhadap karakteristik lingkungan tempat bangunan itu berada, baik terhadap topografinya, air tanah, vegetasi, maupun spesies yang lainnya.


Menurut Ken, bangunan seharusnya dapat mengimitasi system ekologi. Banyak karakteristik dalam ekosistem yang dapat diambil dan dijadikan contoh. Selain itu, sustainability atau berkelanjutan merupakan salah satu system ekologi yang mampu diadaptasi pada lingkungan binaan yang dibangun oleh manusia.


Di ekosistem, tidak ada istilah sampah karena hasil akhir dari sebuah proses merupaka nawal dari suatu proses yang lain. Begitu juga dengan energy. Hal inilah yang harus diadopsi dan diimitasi dari proses perputaran energy dalam ekosistem. Prinsip penggunaan energy matahari yagn kemudian terurai melalui proses fotosintesis inilah yang sering diadopsi oleh Ken Yeang dengan menggunakan solar system (photovoltaic system) di setiap design bangunannya.


Merenovasi suatu bangunan yang telah ada untuk menjadi lebih hijau, menurut Ken, sama pentingnya dengan membangun gedung hijau yang baru. Cara yang mudah digunakan pada bangunan yang telah dibangun, seperti lebih mengutamakan penggunaan cahaya matahari yang maksimal untuk penerangan bangunan. Cara lain yang dapat diterapkan adalah pengurangan energy untuk pendingin ruangan dengan penghawaan alami.


Selain praktisi, Ken Yeang dikenal sebagai akademisi dengan mengajar dan memberikan kulliah di berbagai institusi pendidikan arsitektur di seluruh dunia, termasuk University of Sheffield, royal Melbourne Institute of Technology, Curtin University, dan beberapa universitas lain.


Melalui konsultan arsitek yang didirikannya, penyandang gelar PhD dari Cambridge University ini telah menerima lebih  dari 20 penghargaan termasuk Aga Khan Award for Architecture (1995) dan The Australian Institute of Architecture International Award (1997 dan 1999).

Senin, 10 Maret 2014

Propertibioclimatic Tower, Gedung ijau Pencakar Langit

Teks asli oleh Ren Katili (Kompas 6 Desember 2013), disajikan kembali oleh Kevin


Pada awal era 2000-an, negara-negara industry yang tergabung dalam UNFCCC menetapkan standar penurunan emisi karbon di masing-masing industry. Hal ini dilakukan sebagai upaya “menebus-dosa” pada bumi termpat berpijak untuk mencegah pemanasan global ari perubahan iklim

Tonggak sejarah “hijau” dunia pun dimulai. Tidak saja pada bidang industry dan transportasi, bidang pembangunan juga mulai berlomba menjadi elemen bumi yang memiliki dampak negative paling sedikit, lebih ramah lingkungan, lebih rendah penggunaan energy, dan lebih sedikit emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer.

Akan tetapi, siapa sangaka, satu decade sebelumnya, tepatnya pada 1992, ketika standar hijau belum diterapkan dengan system sertifikasi, Malaysia telah menciptakan gedung pencakar langit yang telah menerapkan criteria hijau tersebut. Gedung tersebut adalah Bioclimatic Tower karya arsitek Prof Dr Kenneth Yeang.

Bioclimatic Tower yang berada di subang Jaya, Malaysia ini pada dasarnya adalah bangunan bertingkat tinggi yang menerapkan strategi design yang tepat dengan merespon keadaan iklim setempat. Gedung ini juga mengoptimalkan efisiensi energy untuk mencapai kualitas hidup dan kenyamanan para penggunanya.

Seperti juga Indonesia, Malaysia bernaung di daerah khatulistiwa atau tropis dengan iklim panas lembab. Lima elemen yang paling dominan dirasakan di daerah dengan iklim seperti ini adalah tingginya radiasi matahari, suhu udara yang cukup panas, udara yang sangat lembab, curah hujan yang tinggi, dan kecepatan angin yang rendah. Karena karakteristik iklim yang tidak berbeda jauh itu, strategi desain pada Bioclimatic Tower ini jelas sangat mudah diadopsi pada gedung-gedung bertingkat tinggi di Indonesia.

Reduksi Radiasi Matahari

Meski berbentuk silinder, gedung yang berfungsi sebagai kantor ini memiliki permukaan bangunan yang berbeda di setiap sisinya. Orientasi bangunan, lapisan permukaan, hingga peletakan ruang di dalamnya didesain dengan perhitungan yang matang berdasarkan pergerakan matahari sepanjang tahun untuk meminimalkan panas yang terjadi dalam gedung.

Sisi utara dan selatan gedung memiliki selubung utama berupa dinding kaca. Kedua sisi tersebut merupaka ndaerah yang paling minim mendapatkan pancaran sinar matahari langsung. Oleh karena itu, penggunaan selubung kaca ini sangat optimal untuk pencahayaan alami pada pagi hingga sore hari.

Area core bangunan ini merupakan servis area dan sirkulasi yang terdiri dari toilet, lift, dan tangga. Mengingat tingkat okupansi yang rendah di area terebut, posisinya sengaja diletakkan berada di sisi timur sebagai penahan panas yang muncul dar iradiasi matahari pada pagi hingga siang hari. Selain itu, karena toilet merupakan area basah yang biasanya lebih lembab, peletakkan di sisi timur ini dapat membuatnya tetap kering dengan memanfaatkan jatuhnya sinar matahari di area tersebut.

Sementara itu, di sisi barat gedung, panas matahari direduksi dengan sengaja dibuat coakan dan menambah teras serta shading di depan kaca sebagai pelindung panas dari matahari siang hingga sore hari dengan membayanginya. Untuk mereduksi panas matahari dari atap, ken Yeang meletakkan kolam renang di lantai paling atas sehingga pancaran panas dapat dipantulkan melalui permukaan air kolam.

Bagian dasa bangunan dibuat sebuah bidang miring dengan taman buatan di atasnya sebagai pelindung dari sinar matahari pagi di area lobi. Namun, pada jarak tertentu, beberapa lubang kaca dibuat untuk penerangan pada siang hari agar menghindari penggunaan lampu.

Ventilasi Udara Alami

Core bangunan sengaja dibuat terbuka, terutama pada area tangga darurat serta toilet dengan mengandalkan pengudaraan alami. Bentuk dasar silinder in isendiri juga mampu membuat udara lebih mudah bergerak di sepanjang permukaan gedung, ditambah lagi dengan adanya teras serta coakan pada permukaan bangunan.
Selain memberikan bayangan yang jatuh pada bangunan, teras-teras yang terbentuk difungsikan sebagai area transisi untuk interaksi ruang dalam dan ruang luar. Oleh karena itu, pertukaran udara segar dapat dilakukan dengna membuka pintu-pintu geser yang berada di teras tersebut.


Struktur dan Material

Tipikal bangunan tinggi di daerah empat musim adalah letak struktur yang berada tertutup di dalam selubung bangunan (kaca). Hal ini sengaja dilakukan untuk menghindari rambatan suhu ekstrem yang sangat dingin di bawah titik beku air masuk ke dalam gedung melalui kolam, balok, dan lantai.

Namun, hal tersebut berbeda dengan struktur gedung bioclimatic ini. Kolom dan balok sengaja diletakkan terekspos di bagian eksterior. Kolom baja sengaja dilapisi dengan bahan stainless steel untuk memantulkan kembali cahaya matahari yang jatuh di permukaan agar rambatan panas tidak masuk ke dalam bangunan.

Vegetasi

Tanaman adalah elemen penting dala marsitektur bioclimatic. Oleh karena itu, sang arsitek merasa perlu meletakkan landscape tidak hanya secara horizontal, tetapi juga vertical dengan memanfaatkan teras di sepanjang sisi gedung sebagai penghasil oksigen dan mampu menurunkan suhu di sekitar bangunan.

Dengan strategi desain tersebut, Bioclimatic Tower mampu menerapkan efisiensi energy secara maksimal. Hal ini berdampak pada emisi karbon yang rendah. Pada 1995, gedung ini menerima penghargaan Aga Khan Award untuk bidang Arsitektur. Selain itu, beberapa studi terhadap pekrja gedung ini membuktikan, dengan emmberikan ruang untuk para pekerja berinteraksi dengan atmosfer luar, hal ini membantu mereka lebih segar dan produktif dalam bekerja. Tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan bangunannya.

Kamis, 06 Maret 2014

Info | Properti

Melirik Investasi Perkantoran di Jakarta

By Kevin


Jakarta, ibu kota Indonesia, merupakan salah satu kota dengan jumlah penduduk terpadat di dunia. The Richest pada April 2013 lalu meliris daftar 10 kota terpadat di dunia. Jakarta berada pada urutan ke dua setelah Tokyo, Jepang. Daftar ini berdasarkan sensus penduduk 2012. Tercatat, Jakarta memiliki populasi hingga 26 juta jiwa.

Tingkat kepadatan penduduk ini jika hanya dilihat dari sisi kemacetan saja tentu akan menjadi image yang buruk. Padahal jumlah penduduk yang sedemikian besar tersebut menandakan Jakarta adalah pusat bisnis yang terus tumbuh dan tumbuh. Bukankah itu baik bagi ekonomi negara kita?

Salah satu bisnis yang terus tumbuh di Jakarta adalah property. Urban Line Institue (ULI) dan PricewaterhouseCoopers (PwC) menahbiskan Jakarta sebagai arena investasi property nomer wahid se-Asia Pacific pada tahun ini. Pertumbuhan bisnis dan investasi property di Jakarta tidak melulu hanya semakin banyaknya hunian mewah, tetapi juga investasi di property kantor.

Periode Juli-September 2013, sector perkantoran di Jakarta sempat tergelincir karena berkurangnya serapan dan pasokan. Namun, harga sewa sector perkantoran pada penghujung tahun 2013 ini masih signifikan. Lembaga riset Cushman and Wakefield mencatat, pertumbuhan harga sewa perkantoran di Jakarta tercatat 30 persen jauh di atas pencapaian kota-kota besar di dunia lainnya, seperti Dublin, Irlandia (13 persen) dan Boston, AS (10 persen) yang berada di peringkat kedua dan ketiga.

Meski tengah berada di situasi ekonomi yang tidak menentu, Cushman and Wakefiled merekam pasar perkantoran global akan membukukan pertumbuhan yang stabil pada 2014. Kesabilan ini juga akan terus berlanjut di 2015 seiiring optimisme pasar dan keyakinan baru dalam keuntungan bisnis.

Harga Melonjak

Mengutip dari Kompas.com, Director Services Coliers International Indonesia mengagtakn sempat terjadi penurunan penyerapan unit perkantoran, terutama di area central business district (CBD) Jakarta. Menurutnya, penyebabnya adalah harga sewa dan jual tanah sudah terlalu tinggi. Selain itu, di tengah haraga dollar AS yang terus melambung tinggi, harga sewa kantor di Jakarta ikut merangkak naik.

Jika dilihat dari sisi keinginan dan permintaan, sebenarnya tidak ada penurunan. Karena tampil di CBD adalah seperti sebuah keharusan bagi perusahaan dengan profil besare khususnya perusahaan yang bergerak di bidang financial, perbankan, jasa konstruksi, asuransi, dan telekomunikasi, serta IT.

Untungnya, penurunan tersebut tidak berlangsung lama. Kuartal berikutnya kebutuhan akan ruang perkantoran di CBD kembali pulih. Hal tersebut mendorong melesatnya haraga perkantoran sewa dan strata kelas A. masih mengutip dari Kompas.com, hargasewa di CBD Jakarta kini sudah mencapai 300.000 hingga 500.000 per meter persegi per bulan. Harga itu masih diluar harga servis.

Pulinya permintaan kantor ini ditengarai kerana ada kebutuhan perusahaan asing atau multinasional. Hal ini dikatakan oleh Country Head Jones Lang LaSalle Indonesia di kompas.com. sejatinya, meroketnya harga perkatnroan di Jakarta lebih dari 30 persen sudah dimulai dari 2010. Kala itu, harga permintaan eprkantoran sudah mencapai 18 juta-20 juta per meter persegi. Setaip tahunnya, harga terus melonjak. Terakhir, pada tahun ini posisi transaksi sudah berada di level 35 juta – 55 juta epr metr persegi.

Jones LangLaSalle memperkirakan, harga perkantoran di Jakarta akan terus berlanjut hingga menyentuh angka ‘maksimal yaitu 70 juta per meter persegi tahun depan. Harga ini mungkin bila dilihat akan sangat tinggi. Namun, jika dibandingkan dengan kota di kawaqsana Asia Padifik lainnya seperti Singapura, Hong Kong, Mumbai, Tokyo, dan Sydney, jakarta masih berada di bawah mereka. Ibu kota Indonesia ini hanya unggul dari Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia.

Dikatakan tingkat investasi asing dan domestic masih tinggi karena pertumbuhan ekonomi masih positif. Posperk ini akan terus berlangsung positif hingga tahun 2014 sehingga bisa dikatakan Jakarta masih menarik untuk investasi.

Langkah Awal

Sebagai ibu kota negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar kedau di dunia, Jakarta menjadi sebuah symbol pembangunan di Indonesia. Jalur Sudirman-Thamrin dan kawasan bisnis terpadu Jakarta seakan tak pernah berhenti membangun. Perlahan, tetapi pasti, perkantoran berlevel internasional dengna bentuk dan fasilitas mulai menjamur.

Salah satunya  adalah Sequis Tower, Gedung perkatnoran milik PT Farpoint uni bisnis dari Gunung Sewu Group ini baru-baru menjadi proyek property pertama di Indonesia yang menerima penghargaan dari MIPIM Award untuk kategori Best Future Project Asia Pacific 2013. Ini merupakan kebanggan tersendiri bagi Indonesia sekaligus menandai permulaan PT Farpoint untuk menghadirkan a state-of-the-art gedung perkantoran.

Awal pembangunan Sequis Tower yang baru ini dimulai dengan groundbreaking pada 10 Desember 2013 di Kawasan bisnis terpadau SCBD. Sekarang SCBD merupakan salah satu lokasi pengembangan kawasan urban yang paling penting di Jakarta. Sequis Tower ini direncanakan akan siap pada kuartal kedua 2017.

Sequis Tower akan menjadi symbol generasi masa depan dari gedung perkantoran international dengan grade A. Farpoint membidik Sequis Tower bisa menajdi gedung perkantoran pertama di Indonesia yang mendapatkan rating platinum untuk Leadership in Energy and Environmental Designs (LEED) untuk menarik perusahaan multinasional kelas dunia.

Pelopor Perkantoran Kelas Dunia

Sequis Tower memiliki akses dari dua rah, yaitu dari SCBD dan Jalan Sudirman. Ini akan menjadi suatu bentuk kenyamanan optimal yang dihadirkan Sequies Tower menuju mal terkemuka, hotel, dan gedung perkantoran lainnya dengan plaza terbuka. Didukung visi menjadi destinasi gaya hidu pdan kebersamaan melalui kehadiran ruang public, pembangunan akan dikombinasikan secara elegan dan menghadirkan beberapa venue untuk kegiatan kuliner, baik di dalam atau luar ruangan bersama dengan fasilitas konferensi, pusat kebugaran, dan perbankan.

Berangkat dari pemikiran masa depan, setiap komponen dari proyek ini focus terhadap biaya oeprasional yang efisien dari setiap tenant yang ada. Sequis Tower didesain bebas kolom, lantai luas tanpa penghalang, dan menyajikan pemandangan yang luas. Dengan system raised floor, tenant akan mendapatkan keleluasaan untuk mengatur tata letak ruangannya karena tinggi ruangan mencapai tiga meter. Pembangunan ini juga didukung ole hkonsultan parkir terpercaya yang membuat arus lalu lintas di area parkir lebih nyaman. Nantinya, akan tersedia ruang parkir yang bisa menampung hingga 1.500 mobil.

Perwakilan Farpoint Dougle Crichton mengatakan, pihaknya sangat senang karena bisa menghadirkan awal dari pembangunan gedung perkantoran yang luar biasa ini, sekaligus menjadi cerminan tumbuhnya bisnis international di Jakarta. Lebih lanjut, Dougie mengatakn, Sequis Tower dikembangkan untuk melayani kebutuhan sector bisnis yang membutuhkan ruang kantor dengan standar international.

Dengan memiliki kantor di Sequies Tower, kantor multinasional atau domestic anda akan marefleksikan visi jangka panjang untuk Jakarta yang lebih baik karena bisnis anda akan berkelanjutan baik untuk sekarang ataupun di masa depan. Target kami untuk mendapatkan LEED dengan rating platinum adalah dengan menghadirkan penghematan energy hingga 60 persen dengan cara pembangunan system konservasi air yang unik, system solar screen yang spesial, dan kaca double glazed dari vendor teknologi dunia ternama.

Hal ini disimpulkan oleh salah satu perwakilan dari Farpoint. Sequis Tower adalah refleksi dari passion utama Farpoint untuk mengantarkan produk yang inovatif dan pengalaman berkualitas yang menciptakan nilai-nilai yang berharga bagi para stakeholders.

Sebagai proyek pemenang penghargaan, Sequis Tower dibangun dari kolaborasi dari Farpoint dengan KPF (Kohn-Pedersen Fox Associates) Architect, Thorntorn Tomasetti, Beca Engineering Consulting, Kroll Security Group Security Consultant. Mereka semua memiliki target untuk menciptakan suatu produk yang unik dan ikonik dari gedung lainnya di Jakarta dengan mengakomodasi kebutuhan public dan pengguna gedung.